Rencana Mal Buka Kembali saat New Normal Dongkrak Harga Saham Ritel

Harga saham ritel dan properti yang memiliki lini usaha pusat perbelanjaan atau mal meroket berkat rencana pembukaan kembali mal 5 Juni mendatang.
Image title
Oleh Ihya Ulum Aldin
26 Mei 2020, 15:01
Ilustrasi, pusat perbelanjaan. Harga saham ritel dan properti yang memiliki lini usaha pusat perbelanjaan atau mal meroket berkat rencana pembukaan kembali mal 5 Juni mendatang.
ANTARA FOTO/Aji Styawan/pras.
Ilustrasi, pusat perbelanjaan. Harga saham ritel dan properti yang memiliki lini usaha pusat perbelanjaan atau mal meroket berkat rencana pembukaan kembali mal 5 Juni mendatang.

Rencana pembukaan pusat perbelanjaan atau mal di DKI Jakarta pada 5 Juni 2020, membawa angin segar pada perusahaan ritel. Salah satu efek positif adalah, kenaikan harga saham ritel sepanjang perdagangan sesi pertama Selasa (26/5).

Saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) misalnya, harga sahamnya meroket 10,33% menjadi Rp 1.459 per saham. Sepanjang sesi satu, saham ini diperdagangkan sebanyak 30,48 juta unit saham dengan nilai transaksi Rp 44,41 miliar.

Saham lainnya, PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) pada sesi pertama hari ini juga naik hingga 4,21% menjadi Rp 1.360 per saham. Saham ini diperdagangkan sebanyak 6,62 miliar unit saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 8,88 miliar.

Begitu pula dengan saham PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), yang naik 3,42% menjadi Rp 605 per saham. Saham RALS diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp 2,83 miliar dari transaksi sebanyak 4,71 juta unit saham.

Kemudian, saham PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) juga bergerak menguat 2,8% menjadi Rp 2.200 per saham. Sepanjang sesi pertama saham PLIN ditransaksikan sebanyak 6,2 ribu unit dengan nilai mencapai Rp 13,61 juta.

Lalu, saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pemegang waralaba Alfamart, harganya naik 1,1% menjadi Rp 920 per saham. Saham ini diperdagangkan sebanyak 29,8 ribu unit saham, dengan nilai transaksi Rp 27,49 juta.

(Baca: Jelang New Normal, 64 Mal di Jakarta Siap Dibuka Mulai 5 Juni)

Anak usahanya PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), pemegang waralaba Alfamidi, harga sahamnya ikut terkerek naik 0,34% menjadi Rp 1.495 per saham. Total volume saham yang diperdagangkan sebanyak 3,6 ribu unit saham dengan nilai transaksi Rp 5,8 juta.

Tidak hanya saham ritel saja yang bergerak menguat, saham perusahaan properti yang memiliki lini bisnis pusat perbelanjaan juga menguat sepanjang sesi pertama hari ini.

Sebut saja PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) yang mengoperasikan beberapa mal di Jakarta seperti Blok M Plaza, Gandaria City, dan Kota Kasablanka. Sahamnya tercatat naik 4,71% menjadi Rp 356 per saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp 23,62 miliar.

Kemudian, saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) yang memiliki sejumlah mal seperti Summarecon Mall di Kelapa Gading, Serpong, dan Bekasi. Harga sahamnya meroket 2,87% menjadi Rp 430 per saham. Total nilai transaksi saham SMRA mencapai Rp 8,16 miliar dari perdagangan sebanyak 19,09 juta unit saham.

Begitu pula dengan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) yang mengoperasikan pusat perbelanjaan juga disamping bisnis propertinya. Sahamnya bergerak naik 1,4% menjadi Rp 145 per saham dengan nilai transaksi totalnya Rp 463,11 juta yang berasal dari perdagangan 3,25 juta unit saham.

(Baca: Ragam Skenario New Normal Disiapkan, dari BUMN hingga Pengelola Mal)

Meski demikian, ada beberapa saham terkait ritel yang justru turun. Contohnya, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang turun 5% menjadi Rp 665 per saham. Saham ini diperdagangkan dengan sebanyak 20,41 juta unit saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 13,6 miliar.

Kemudian, PT Hero Supermaket Tbk (HERO) yang pada sesi pertama ini sahamnya turun 4,95% menjadi Rp 865 per saham. Saham HERO diperdagangkan sebanyak 21,9 ribu unit saham, dengan nilai transaksi senilai Rp 19,64 juta.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan mengatakan, sebanyak 64 mall di DKI Jakarta siap dibuka pada pada 5 dan 8 Juni 2020 dengan standar operasional prosedur (SOP) ketat.

Seluruh pengunjung nantinya hanya akan diperbolehkan masuk separuh dari kapasitas mall, seiring penerapan protokol physical distancing atau menjaga jarak dengan orang lain.

"Semua anggota APPBI sudah siap dan mulai melakukan pengecekan ulang untuk menerapkan protokol kesehatan. Saya kira persiapannya sudah cukup matang," kata Stefanus kepada Katadata.co.id, Selasa (26/5).

(Baca: Mal Terapkan Aturan Ketat saat New Normal, Pengunjung Bakal Dibatasi)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Video Pilihan

Artikel Terkait