Bank Jago Buka Peluang Kolaborasi dengan Go-Jek

Kolaborasi dengan startup menjadi salah satu tujuan Bank Jago seiring transformasi perusahaan menjadi bank berbasis teknologi.
Image title
9 Juli 2020, 20:38
Ilustrasi, perbankan digital. Bertransformasi menjadi bank berbasis teknologi, PT Bank Jago Tbk membuka peluang berkolaborasi dengan startup seperti Go-Jek.
Olah foto digital dari 123rf
Ilustrasi, perbankan digital. Bertransformasi menjadi bank berbasis teknologi, PT Bank Jago Tbk membuka peluang berkolaborasi dengan startup seperti Go-Jek.

PT Bank Jago Tbk tengah bertransformasi untuk menjadi bank berbasis teknologi dan bakal meluncurkan aplikasi layanan perbankan digital. Perusahaan bakal berkolaborasi dengan pelaku ekosistem digital, termasuk perusahaan rintisan atau startup.

"Kami sangat terbuka untuk bekerja sama dengan semua ekosistem, baik besar atau kecil, bahkan dengan startup kalau memang memiliki nilai yang sangat cocok dengan konsumen kami," kata Direktur Utama Bank Jago Kharim Siregar dalam paparan publik secara virtual, Kamis (9/7).

Untuk itu, Bank Jago tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan startup besar seperti Go-Jek. Hal tersebut menjawab kabar lama, di mana bank yang sebelumnya bernama Bank Artos ini, bakal menjadi banknya Go-Jek.

Dalam melayani ekosistem digital, Bank Jago menargetkan kolaborasi dengan berbagai platform, mulai dari e-commerce, aplikasi penyedia jasa transportasi, industri perjalanan, online shop, hiburan, hingga pembayaran digital dan fintech lending.

Selain itu, perusahaan juga akan menyalurkan pembiayaan berbasis kemitraan dengan menyasar ekosistem fintech dan supply chain. Segmen yang disasar adalah, segmen menengah dan mass market, di mana sebagian besar merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dia menambahkan bahwa apa yang dibangun oleh Bank Jago saat ini komponen dasarnya adalah teknologi mutakhir, untuk membangun platform digital. Salah satunya adalah pemanfaatan cloud, yang dikatakan Kharim belum banyak dimanfaatkan di sektor perbankan. Padahal, teknologi ini mampu menghadirkan efisiensi.

(Baca: Rumor dan Prospek di Balik Lonjakan Harga Saham Bank Jago Hampir 300%)

"Karena kami banyak menggunakan cloud base techology, maka cost kami sangat efisien. Tidak ada butuh memiliki kapasitas yang tak terpakai," ujarnya.

Teknologi lain yang dimanfaatkan pada ekosistem Bank Jago adalah, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Penggunaannya digunakan untuk membantu pengambilan keputusan.

Untuk sistem keamanan sendiri, Kharim memang tidak menjabarkan secara spesifik apa saja yang akan digunakan Bank Jago. Namun, ia memastikan seiring dengan teknologi terkini yang digunakan, maka sistem keamanan yang digunakan juga merupakan sistem yang paling baru.

Keputusan manajemen untuk mendesain Bank Jago sebagai bank berbasis teknologi, didasari pada kajian mendalam terkait pergeseran tren layanan keuangan digital dan penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari hari.

Disrupsi digital yang melanda hampir semua sektor ekonomi, termasuk sektor jasa keuangan, telah mengubah lanskap industri perbankan. Oleh karena itu, manajemen Bank Jago menilai kemampuan bank beradaptasi dan memahami kebutuhan nasabah.

(Baca: Usung Teknologi Digital, Bank Artos Berganti Nama Menjadi Bank Jago)

Selain itu, cara pandang masyarakat terhadap layanan dan produk jasa keuangan juga berubah secara signifikan dalam lima tahun terakhir. Puncaknya, ketika wabah virus corona atau Covid-19 melanda.

Munculnya wabah ini, memaksa masyarakat beradaptasi menggunakan teknologi digital dalam memenuhi kebutuhan sehari hari. Alhasil, layanan keuangan digital bukan lagi sekadar tren, tetapi sudah menjadi kebutuhan mendasar.

"Bagi kami, penerapan teknologi digital itu adalah sesuatu yang sangat penting, keniscayaan yang tak terhindarkan lagi," katanya.

Sementara terkait dengan pendanaan, Bank Jago saat ini masih memiliki kelonggaran dana setelah melakukan rights issue akhir tahun lalu, yang menghasilkan dana segar sebesar Rp 1,32 triliun.

Dengan tambahan modal hasil rights issue, Bank Jago naik peringkat ke Bank BUKU II dengan ekuitas Rp1,3 triliun dan aset senilai Rp1,8 triliun per April 2020.

(Baca: Potensi Besar Bank Digital yang Makin Dilirik Banyak Pemain)

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Video Pilihan

Artikel Terkait