Resmi Dikuasai Kookmin, Bank Bukopin Targetkan Kredit Tumbuh 5%

Bank Bukopin menargetkan kredit mampu tumbuh 5% tahun ini ditopang oleh segmen ritel dan UMKM.
Image title
Oleh Ihya Ulum Aldin
4 Agustus 2020, 17:13
Ilustrasi, karyawan PT Bank Bukopin Tbk melayani nasabah. Bank Bukopin menargetkan penyaluran kredit mampu tumbuh 5% tahun ini ditopang segmen ritel dan UMKM.
ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc.
Ilustrasi, karyawan PT Bank Bukopin Tbk melayani nasabah. Bank Bukopin menargetkan penyaluran kredit mampu tumbuh 5% tahun ini ditopang segmen ritel dan UMKM.

KB Kookmin Bank resmi menjadi pemegang saham terbesar PT Bank Bukopin Tbk lewat penawaran umum terbatas kelima (PUT V) pada akhir Juli 2020. Pasca-akuisisi, Bank Bukopin menyatakan tetap fokus menggarap segmen ritel serta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan target penyaluran kredit tahun ini tumbuh 5%.

"Kami tetap fokus di segmen ritel karena kami memiliki kekuatan di ritel, UMKM, maupun mikro finance. Adapun 57% dari portofolio kredit Bank Bukopin berada di segmen UMKM. Ini bagus untuk dikembangkan," kata Direktur Utama Bukopin Rivan Purwantono kepada Katadata.co.id, Selasa (4/8).

Ia menjelaskan bahwa Kookmin Bank melihat fokus perseroan pada segmen ritel dan UMKM sesuai dengan arah bisnis yang dijalankan di luar Korea Selatan (Korsel). Harapannya, kolaborasi antara dua bank ini dapat memperkuat posisi perseroan di pasar ritel Indonesia dengan pertumbuhan yang berkesinambungan.

Rivan mengatakan pihak Kookmin Bank sudah paham dengan fokus bisnis Bank Bukopin, yang sejalan dengan karakteristik usahanya. Oleh karena itu, bank asal Korsel tersebut tidak akan mengubah fokus bisnis Bank Bukopin, melainkan mengembangkannya.

Adapun, menurut Rivan target pertumbuhan kredit Bank Bukopin tahun ini memang terbilang optimis mengingat kondisi saat ini masih diselimuti pandemi virus corona atau Covid-19.

Tahun lalu, realisasi penyaluran kredit perseroan tercatat sebesar Rp 69,54 triliun, tumbuh 4,67% dibandingkan 2018. Artinya, jika tahun ini penyaluran kredit Bank Bukopin tumbuh 5% maka jumlah diperkirakan mencapai Rp 73,01 triliun.

Meski demikian, Rivan mengatakan bahwa pihaknya perlu melakukan telaah terhadap kondisi usaha dari debitur yang telah direstrukturisasi. Hingga Juli 2020, Bank Bukopin telah melakukan restrukturisasi terhadap 25% portofolio kredit perusahaan. Hingga akhir tahun diharapkan ada penurunan jumlah kredit yang direstrukturisasi.

Bank Bukopin akan melihat apakah bisnis debiturnya masih terdampak oleh Covid-19 atau tidak, mengingat normal baru sudah diterapkan oleh perseroan. Melalui telaah debitur ini, perseroan ingin melihat segmen usaha mana yang sudah pulih dengan baik, mana juga segmen yang pulih setengah, dan segmen mana yang belum pulih sama sekali.

"Sampai akhir tahun, (restrukturisasi) bisa turun karena kami akan review. Kalau usaha sudah jalan, kami harap tidak dalam posisi restrukturisasi lagi," ujarnya.

Dari sisi proyeksi laba bersih tahun ini, Rivan mengaku bahwa pihaknya masih belum memprediksi besarannya. Namun dengan optimisme pertumbuhan kredit, maka laba diharapkan juga tumbuh meski tak sepesat 2019. Tahun lalu laba bersih perseroan mampu tumbuh 14% menjadi Rp 217 miliar.

Kookmin Kuasai Bank Bukopin Lewat Rights Issue

Seperti diketahui, akhir Juli 2020 Kookmin Bank resmi menjadi pemegang saham terbesar Bank Bukopin melalui penawaran umum terbatas kelima (PUT V) dengan skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

Kookmin Bank tercatat menyerap sekitar 2,97 miliar lembar saham baru selama masa perdagangan dan pemesanan tambahan HMETD. Selain itu, Bosowa Corporindo juga melaksanakan haknya dengan menyerap 1,09 miliar lembar saham.

Secara keseluruhan, Bukopin menerbitkan saham baru sejumlah 4,66 miliar saham baru kelas B, sesuai dengan persetujuan pemegang saham yang diperoleh pada RUPS Luar Biasa pada 24 Oktober 2019.

Menurut data biro administrasi efek yang menjadi partner Bukopin, Datindo Entrycom, selain melaksanakan HMETD beberapa pemegang saham tercatat melakukan pemesanan saham tambahan sehingga terjadi kelebihan nominal pemesanan (oversubscribe) hingga dua kali lipat. Selain itu partisipasi pemegang saham ritel atau masyarakat dalam PUT V juga cukup besar.

Melalui pelaksanaan PUT V dengan skema rights issue ini, Bank Bukopin mendapat tambahan modal sebesar Rp 838 miliar.

Dengan berakhirnya transaksi perdagangan pada PUT V, Kookmin Bank menjadi pemegang saham terbesar dengan porsi kepemilikan mencapai 33,9%. Disusul oleh Bosowa dengan porsi 23,4%, dan pemerintah 6,37%. Sementara pemegang saham publik dengan porsi kepemilikan dibawah 5% tercatat mencapai 36,33%.

Dengan porsi kepemilikan tersebut, langkah Kookmin Bank semakin dekat untuk menjadi pemegang saham pengendali Bank Bukopin. Langkah selanjutnya adalah mengambil bagian dalam aksi korporasi melalui Penambahan Modal Tanpa Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Mengutip keterbukaan informasi yang telah dipublikasikan pada 14 Juli 2020, Kookmin Bank telah berkomitmen menyetorkan tambahan dana untuk memperkuat permodalan Bank Bukopin.

Sesuai rencana, Bank Bukopin akan meminta persetujuan kepada pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Rencananya RUPSLB akan dilaksanakan pada 25 Agustus 2020 mendatang.

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Video Pilihan

Artikel Terkait