BMKG: Waspada Hoaks Bencana Jelang Tahun Baru

BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kabar bohong atau hoaks terkait bencana alam yang biasanya muncul di akhir tahun
Dimas Jarot Bayu
30 Desember 2019, 18:32
BMKG, bencana alam, hoks, tahun baru
ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Ilustrasi cuaca buruk. BMKG membantah informasi terkait kemungkinan terjadi bencana gempa bumi dan tsunami di akhir tahun dan melarang masyarakat beraktivitas di sekitar pantai.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mengimbau masyarakat  untuk mewaspadai kabar bohong atau hoaks terkait bencana alam yang biasanya muncul di akhir tahun.

“Jangan mudah terpancing hoaks. Malam tahun baru itu panen hoaks,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dia di Jakarta, Senin (30/12).

Masyarakat diharapkan tak panik dengan kabar yang belum jelas. Namun di sisi lain, informasi terkait bencana juga tak boleh diremehkan. 

(Baca: BMKG Prediksi Tak Ada Musim Kemarau Panjang pada 2020)

Advertisement

Oleh karena itu, ia meminta masyrakat dapat memverifikasi informasi terkait bencana ke laman resmi BMKG. Jika informasi  yang diterima tak sesuai atau tersedia di laman BMKG, maka dapat dipastikan informasi tersebut merupakan hoaks.

“Jadi kalau nanti malam tahun baru ada informasi akan terjadi gempa bumi dan tsunami, itu pasti mengarang, karena kita tidak akan tahu kapan gempa dan tsunami itu akan terjadi," kata Dwikorita.

Lebih lanjut, Dwikorita meluruskan kabar bahwa pihaknya melarang masyarakat beraktivitas di pantai ketika tahun baru 2020. Menurutnya, informasi tersebut tidak benar.

(Baca: BNPB Sebut Bencana Alam Terjadi Lebih Banyak pada Tahun Ini )

Dwikorita mengatakan, BMKG menyarankan agar masyarakat hanya beraktivitas di pantai ketika pagi hingga siang hari di saat cuaca cerah berawan. Di luar waktu tersebut, pihaknya tak menyarankan aktivitas di pantai karena potensi gelombang tinggi dan cuaca ekstrem di beberapa wilayah.

“Kemudian apabila ada kegiatan di pantai agar lokasinya jangan mepet di bibir pantai. Harus ada radiusnya, misalnya jarak 200 meter dari pantai. Jadi ini bukan melarang, tapi beradaptasi dengan kondisi musim saat ini,” jelas dia. 

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait