Trump Tunda Paket Stimulus AS hingga Usai Pemilu

Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk menunda negosiasi dengan kongres terkait anggaran stimulus tambahan Covid-19 hingga pemilu berakhir.
Image title
Oleh Agustiyanti
7 Oktober 2020, 09:20
the fed, donald trump, amerika serikat, stimulus as
ANTARA FOTO/REUTERS/Joyce N. Boghosia/The White House/Handout /aww/cf
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda negosiasi paket stimulus baru.

Prospek bantuan lebih banyak bagi warga negara Amerika Serikat yang berjuang melalui pandemi Covid-19 dan maskapai yang tengah menghindari gelombang PHK segera cair pupus pada Selasa (6/10) waktu setempat. Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk menunda negosiasi dengan kongres terkait anggaran stimulus tambahan Covid-19 hingga pemilu berakhir.

"Saya telah menginstruksikan perwakilan saya untuk berhenti bernegoiasi hingga setelah pemilu. Segera setelah saya menang, kami akan mengesahkan RUU Stimulus yang berfokus pada pekerja AS dan bisnis kecil," tulis Trump dalam akun Twitter sehari setelah keluar dari rawat inap di RS untuk perawatan Covid-19.

Keputusan ini diambil hanya beberapa sebelum Trump mendesak tindakan cepat untuk mengesahkan angggaran stimulus tambahan lebih dari US$ 3 miliar tersebut.

"Negara Besar Kita AS membutuhkan stimulus. Kita perlu bekerja sama dan merealisasikannya," cuit Trump pada Sabtu (4/10).

Pada 3 November, Amerika Serikat akan memutuskan apakah Trump memenangkan masa jabatan empat tahun kedua. Kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden memimpin Trump dalam jajak pendapat nasional

Stimulus yang tengah dibahas Trump dengan DPR, antara lain mencakup bantuan langsung tunai sebesar US$ 1.200 kepada warga AS dan kemungkinan bailout baru sebesar US$ 25 miliar untuk maskapai penerbangan AS demi mempertahakan puluhan ribu pekerja mereka selama enam bulan ke depan.

Keputusan Trump juga diambil di tengah seruan Gubernur The Federal Reserve agar pemerintah AS segera mengucurkan tambahan stimulus fiskal untuk membantu perekonomian.

"Pemulihan masih jauh dari selesai dan ekonomi AS masih dalam bahaya bergeser ke arah sebaliknya sekali lagi. Salah satu faktor risiko utama adalah peningkatan infeksi Covid-19," ujar Gubernur The Fed Jerome Powell, seperti dikutip dari CNN.

Jumlah kasus Covid-19 di AS mencapai lebih dari 7,5 juta orang dengan kematian lebih dari 210 ribu orang.

Powell menjelaskan risiko kongres memberikan terlalu banyak stimulus ke dalam perekonomian jauh lebih rendah daripada risiko tak berbuat cukup. Meskipun pengeluaran pemerintah menambah anggaran federal sudah setinggi langit, menurut Powell, anggota parlemen harus bertindak.

"Anggaran federal AS berada pada jalur yang tidak berkelanjutan, telah berlangsung selama beberapa waktu. Ini bukan waktunya untuk memprioritaskan masalah itu," kata Powell.

Saham merosot pada Selasa sore setelah Presiden Donald Trump mengatakan dia memerintahkan diakhirinya negosiasi stimulus hingga setelah pemilihan November.

Dow Jones jatuh lebih dari 600 poin setelah pengumuman dan ditutup turun 1,3%, atau 376 poin. S&P 500 anjlok 1,4%, dan Nasdaq Composite berakhir turun 1,6%.

Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait