Ada 155.607 Kunjungan Wisman pada Mei, Mayoritas dari Timor Leste

Lebih dari separuh kunjungan wisman atau turis asing pada Mei 2020 yang mencapai 155.607 berasal dari Timor Leste.
Agatha Olivia Victoria
1 Juli 2021, 16:25
wisman, turis asing, kunjungan wisman, timor leste
ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/foc.
Kunjungan wisman ke Indonesia pada Mei 2021 mencapai 155.607 kunjungan, turun 3,85% dibanding Mei 2020.

Badan Pusat Statistik mencatat, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Mei 2021 mencapai 155.607 kunjungan, turun 3,85% dibanding Mei 2020. Kunjungan turis asing paling banyak berasal dari Timor Leste. 

Kepala Badan Pusat Statistik Margo Yuwono mengatakan bahwa penurunan jumlah wisman akan berdampak pada indutsri turunan pariwisata. "Hal ini karena memang sektor pariwisata memberi dampak besar tehadap sektor ekonomi lainnya," ujar Margo dalam Konferensi Pers Perkembangan Pariwisata dan Transportasi Nasional Mei 2021, Kamis (1/7).

Berdasarkan data BPS, kunjungan turis asing paling banyak berasal dari Timor Leste sebanyak 80 ribu kunjungan, diikuti Malaysia 49 ribu ribu kunjungan, Tiongkok 5.200 ribu kunjungan, Singapura 2.510 kunjungan, dan Amerika Serikat 2.260 kunjungan. Secara kumulatif Januari-Mei, kunjungan asal Timor Leste sebanyak 333, ribu kunjungan, disusul Malaysia sebanyak 211 ribu kunjungan, dan  Tiongkok 28 ribu kunjungan. 

Para turis asing paling banyak masuk melalui pintu masuk darat mencapai 97.036 kunjungan, disusul pintu masuk laut 44.526 kunjungan dan pintu masuk udara  14.045 kunjungan

Advertisement

Dilihat dari pintu masuk udara, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia melonjak dari 506 kunjungan pada Mei 2020 menjadi 14.045 kunjungan pada Mei 2021. Bandara Kualanamu, Sumatera Utara tercatat sebagai bandara dengan kenaikan kunjungan wisman tertinggi sebesar 4.900% (dari 1 kunjungan menjadi 50 kunjungan), diikuti oleh Bandara Soekarno-Hatta, Banten sebesar 3.126,01% dari 396 kunjungan menjadi 12.775 kunjungan,  dan Bandara Juanda, Jawa Timur sebesar 1.233,33% dari 12 kunjungan menjadi 160 kunjungan.

Di sisi lain, jumlah kunjungan wisman di Bandara Sultan Badaruddin II, Sumatera Selatan menurun 100%. Penurunan jumlah kunjungan wisman juga dialami oleh Bandara Ngurah Rai, Bali dengan persentase penurunan sebesar 76,47%.

Sementara melalui pintu masuk laut, jumlah kunjungan wisman menurun 4,48%, yaitu dari 46 ribu kunjungan pada Mei 2020 menjadi 44 ribu kunjungan pada Mei 2021. Penurunan jumlah kunjungan wisman terjadi di sebagian besar pintu masuk laut dengan persentase tertinggi sebesar 100% tercatat di Pelabuhan Tanjung Pinang, Kepulauan Riau dan Pelabuhan Tanjung Benoa, Bali. 

Dari pintu masuk darat, jumlah kunjungan wisman Mei 2021 anjlok 15,42%dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman Mei 2020. Penurunan kunjungan wisman tertinggi tercatat di pintu masuk Entikong, Kalimantan Barat yaitu 100%.

Margo memperkirakan, pariwisata merupakan sektor yang akan pulih paling lama di tengah pandemi. "Sektor ini sangat bergantung pada mobilitas," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas memperkirakan sektor pariwisata baru pulih pada 2023. Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar mengatakan, sektor pariwisata akan menjadi yang paling lama pulih dibandingkan sektor lain.

"Tahun 2022 merupakan momentum yang baik untuk memperkuat dan menata kembali pariwisata Indonesia," ujar Amalia dalam rapat bersama Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat, Rabu (16/6).

Penguatan sektor pariwisata, menurut dia, akan masuk ke dalam prioritas nasional (PN) 1 tahun 2022. Amalia menyebutkan bahwa kebijakan pembangunan pada PN 1 diarahkan untuk mendukung pemulihan aktivitas produksi. "Serta peningkatan nilai tambah dan produktivitas dengan mengoptimalkan keterkaitan antara sektor primer, sekunder, dan tersier," katanya.

Ia juga menyebutkan, arah kebijakan PN 1 adalah percepatan pemulihan ekonomi yang didorong pemulihan daya beli dan usaha. Selan itu, kebijakan PN 1 diarahkan pada diversifikasi dan peningkatan nilai tambah yang didukung reformasi iklim usaha.

Di bidang pariwisata, Amalia menyampaikan bahwa strategi percepatan akan berbentuk pemulihan pasar pariwisata dan pengembangan SDM terampil. Lalu, penguatan destinasi unggulan dengan standar tata kelola, infrastruktur, kebersihan dan keberlanjutan, serta nilai tambah ekonomi kreatif dan perluasan pasar untuk pemulihan pariwisata. "Dengan ini harapannya wisata di dalam negeri bisa lebih kompetitif dan menarik banyak wisatawan lebih lagi," ujar dia.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait