Rupiah Sepekan Menguat 0,26% Ditopang Kabar Baik Ekonomi Domestik

Aliran modal asing pada pekan ini tercatat masuk Rp 4,04 triliun, mendorong penguatan rupiah pada pekan ini.
Agatha Olivia Victoria
Oleh Agatha Olivia Victoria
23 Oktober 2020, 18:34
aliran modal asing, rupiah, kurs rupiah
ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww.
Ilustrasi. Rupiah pada perdagangan di pasar spot pekan ini ditutup di posisi Rp 14.660 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah pada perdagangan di pasar spot sepekan ini menguat 0,26%, ditutup di posisi Rp 14.660 per dolar AS. Rupiah menguat ditopang aliran modal asing masuk seiring kabar baik dari  kinerja ekonomi domestik. 

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate, mata uang Garuda naik 0,18% selama sepekan ini. Kurs tersebut dipublikasikan Bank Indonesia setiap pukul 10.00 WIB.

Direktur TRF Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah menguat dalam sepekan terakhir karena  aliran modal asing yang cukup deras datang ke Indonesia. "Sentimen utamanya karena mulai membaiknya kondisi ekonomi walaupun terkontraksi pada kuartal ketiga," ujar Ibrahim kepada Katadata.co.id, Jumat (23/10).

Perbaikan kondisi ekonomi terlihat dari data perdagangan yang cukup bagus. Kabar menggembirakan datang dari kinerja ekspor dan impor pada September yang meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Ekspor naik 6,97% mencapai USS$ 2,13 miliar, sedangkan impor naik 7,7% menjadi US$ 11,57 miliar.

Dengan perbaikan tersebut, Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan pada September kembali mengalami surplus sebesar US$ 2,44 miliar, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai US$ 2,3 miliar. Secara kumulatif pada Januari-September 2020, neraca perdagangan mencatatkan surplus mencapai US$ 13,51 miliar, jauh lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mengalami defisit.

Rilis data investasi kuartal III juga lebih baik dibandingkan ekspektasi para analis. "Sehingga ada kemungkinan pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat akan lebih baik," kata dia.

Badan Koordinasi Penanaman Modal melaporkan nilai investasi yang masuk pada kuartal III 2020 adalah Rp 209 triliun, naik 1,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 205,7 triliun. Angka tersebut juga jauh membaik dibandingkan kuartal II 2020 Rp 191,9 triliun.

Selain itu, Ibrahim menuturkan bahwa sentimen positif yang menyebabkan aliran modal asing masuk sehingga rupiah menguat yakni kabar segera didistribusikannya vaksin. Tahapan vaksin Covid-19 di dalam negeri sudah memasuki uji klinis fase tiga. Biofarma bersama Sinovac, yang mengembangkan vaksin tersebut, akan meminta persetujuan BPOM sebelum memproduksinya secara massal.

BI mencatat aliran modal asing masuk ke RI sebesar Rp 4,04 triliun dalam satu pekan ini. Dana asing masuk terbanyak melalui pasar surat berharga negara.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan modal asing dalam bentuk portofolio masuk melalui pasar SBN Rp 4,98 triliun. "Namun terdapat dana asing keluar Rp 940 miliar dari pasar saham," tulis Onny dalam keterangan resminya, Jakarta, Jumat (23/10).

Secara keseluruhan, tercatat nett outflow sejak awal tahun di pasar keuangan domestik sebesar Rp 160,56 triliun. Bank sentral juga mencatat premi risiko investasi RI lima tahun relatif stabil dari 93,22 basis poin per 16 Oktober 2020 menjadi 93,91 bps per 22 Oktober 2020.

Di sisi lain, imbal hasil atau yield SBN 10 tahun turun dari level 6,72% menjadi 6,59% pada pagi hari ini. Yield UST Note 10 tahun berada di level 0,856%.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait