BPS: Mobilitas Masyarakat Membaik pada Agustus

BPS melihat mobilitas di tempat perdagangan ritel dan rekreasi pada Agustus masih turun 13,2% dari tahun lalu, tetapi lebih kecil dari penurunan pada Juli yang mencapai 20%
Image title
1 September 2021, 13:24
BPS, PPKM, mobilitas masyarakat
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Ilustrasi. Google mobility menunjukkan, mobilitas masyarakat di tempat perdagangan ritel dan rekreasi masih turun 13,2% dari tahun lalu, tetapi lebih kecil dari penurunan pada Juli yang mencapai 20%

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan mobilitas masyarakat pada Agustus 2021 mulai pulih seiring pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pemulihan terlihat dari mobilitas di sejumlah wilayah menunjukkan kenaikan sementara mobilitas di rumah mulai turun.

BPS memantau mobilitas masyarakat melalui Google Mobility sejak tanggal 1-26 Agustus. Hasil pemantauan tersebut menunjukkan, mobilitas di tempat perdagangan ritel dan rekreasi masih turun 13,2% dari tahun lalu, tetapi lebih kecil dari penurunan pada Juli yang mencapai 20%

"Ini seiring dengan positivity rate  dan bed occupancy rate-nya yang menurun di pertengahan agustus lalu," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam konferensi pers virtuak, Rabu (1/9).

Mobilitas masyarakat terpukul cukup dalam sejak penerapan PPKM darurat pada awal Juli untuk menahan lonjakan kasus. Hal ini bisa terlihat dalam grafik di bawah ini.

Advertisement

Mobilitas di tempat belanja kebutuhan sehari-hari pada Agustus naik 15,3%, lebih tinggi dari kenaikan bulan sebelumnya 12,6%. Mobilitas masyarakat di taman juga menunjukkan perbaikan meski masih turun dari penurunan 20% pada bulan sebelumnya menjadi 15%. Setianto mengatakan, pemulihan juga mulai terlihat pada mobilitas masyarakat di tempat transit.

"Tempat transit ini sangat terpengaruh PPKM Darurat. Pada Juli lalu mobilitas di tempat transit seperti terminal, bandara dan sebagainya turun sampai 45,3%, namun Agustus kembali membaik penurannya 38,3%," kata Setianto.

Mobilitas masyarakat di tempat kerja juga masih turun 24,1% dari tahun lalu, tetapi lebih kecil dari penurunan 26,9% bulan sebelumnya. Sementara itu, aktivitas di dalam rumah naik 12% secara tahunan pada bulan Juli, tetapi lebih rendah dari kenaikan 10% pada Agustus.

Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya mengatakan, mobilitas masyarakat yang membaik di tengah pelonggaran PPKM, memberikan sinyal positif adanya perbaikan pada ekonomi. "Kami melihat pada Agustus ini terjadi lagi pembalikan arah. Mobilitas masyarakat mulai meningkat dan mendorong aktivitas konsumsi," ujar Sri Mulyani dalam Kongres ISEI XXI, Selasa (31/8).

Riset yang dirilis Mandiri Institute menunjukkan, belanja masyarakat mulai meningkat pada Agustus seiring pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pada pertengahan Agustus, indeks frekuensi belanja mayarakat mulai naik ke level 97,3. Demikian pula dengan indeks nilai belanja yang naik ke level 79,7.

“Kami melihat tren pemulihan belanja akan terus berlanjut dalam beberapa minggu ke depan, seiring relaksasi PPKM,” ujar Head of Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono dalam riset Mandiri Institute yang dirilis Senin (30/8).

Riset tersebut menunjukkan, seluruh kelompok masyarakat berdasarkan penghasilan yang terbagi tiga, yakni bawah, menengah, dan atas naik pada bulan ini. Belanja kelompok masyarakat menengah naik sangat signifikan dengan indeks menunjukkan angka 110,5%. Ini berarti, belanja kelompok dengan penghasilan sekitar Rp 8,4 juta per bulan tersebut sudah berada di tingkat sebelum pandemi, Januari 2020. 

Sementara itu, belanja kelompok bawah juga mengalami kenaikan. Selain pelonggaran mobilitas, dukungan pemerintah dalam bentuk perlindungan sosial juga berdampak positif bagi kelompok bawah.

Pemerintah memutuskan untuk melonggarkan mobilitas di sejumlah wilayah Jawa-Bali dari level 4 menjadi level 3 pada pekan terakhir Agustus. Wilayah-wilayah yang dilonggarkan antara lain, Jabodetabek, Surabaya Raya, Semarang Raya dan Bandung Raya.

Pada pengumuman terbaru Senin (30/8), Jokowi mengumumkan tiga dari wilayah tersebut kembali melanjutkan PPKM level 3 hingga 6 September, sementara Semarang Raya turun ke level 2. Selain itu, pelonggaran dengan pemberlakuan PPKM Level 3 juga diperluas dengan menambah wilayah Solo Raya dan Malang Raya.

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait