Bertambah 29%, Aset Investor Perempuan di Pasar Modal Capai Rp 234 T

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, porsi aset investor perempuan di pasar modal saat ini mencapai 38% dari total aset investor individu.
Image title
22 Desember 2021, 18:13
sri mulyani, investor perempuan
ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Sri Mulyani menyebut, perempuan sebagai investor Surat Berharga Negara (SBN) juga cukup dominan.

Perempuan di Indonesia semakin melek terhadap produk investasi, termasuk saham. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, aset investor perempuan di pasar modal saat ini mencapai Rp 234 triliun,  naik 29% dibandingkan posisi awal tahun ini Rp 181 triliun. 

"Angka ini berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) 2021.  Porsi aset investor perempuan di pasar modal saat ini mencapai 38% dari total aset investor individu," ujar Menkeu Sri Mulyani dalam acara Capital Market Women Empowerment Forum, Rabu (22/12). 

Sri Mulyani menyebut, perempuan sebagai investor Surat Berharga Negara (SBN) juga cukup dominan. Hal ini, menurut dia, menunjukkan bahwa perempuan di Indonesia tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga keterampilan dalam mengelola keuangan, termasuk dalam berinvestasi.

Ia pun menegaskan, pemerintah akan terus melakukan edukasi investasi dalam meningkatkan kemampuan perempuan, terutama melalui literasi keuangan. Hal ini akan terus ditingkatkan mengingat saat ini banyaknya perempuan yang masuk dalam kelompok kelas menengah dan memiliki sumber daya ekonomi yang cukup baik. 

"Mereka tentu diharapkan mampu mengelola sumber dayanya secara produktif dan terus-menerus bisa menggunakan hasil investasinya untuk hal-hal yang juga sifatnya produktif," katanya.

Di sisi lain, menurut dia, pemerintah  juga akan menciptakan penguatan kapasitas untuk pemberdayaan perempuan, salah satunya melalui program PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Program yang bernama Mekaar ini memberikan pinjaman kepada 10,8 juta pengusaha UMKM yang didominasi perempuan.

Adapun saat ini, menurut dia,  indeks inklusi keuangan perempuan di Indonesia cukup tinggi, mencapai 75,15%. Angka ini sedikit lebih rendah dari indeks inklusi keuangan laki-laki yang sebesar 77,24%.

Meski demikian, angka ini lebih tinggi dibandingkan indeks literasi prempuan global yang sebesar 65% yang jauh berada di bawah laki-laki sebesar 72%. 

 

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait