Luhut Sebut Kemungkinan Cina Jadi Investor Proyek Ibu Kota Baru

Abdul Azis Said
15 Maret 2022, 18:44
luhut, ibu kota negara, ibu kota baru, IKN
Menko Marves
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Softbank keluar dari proyek IKN sejak saham perusahaan drop dan mission fund-nya tidak lagi menjadi tempat bagi investor asal Arab Saudi dan Abu Dhabi menaruh dananya.

Pemerintah mengincar investasi dari luar negeri untuk membantu membiayai proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan memastikan komitmen Abu Dhabi dan kemungkinan keterlibatan Cina dalam proyek pembangunan IKN. 

"Dana itu sudah beberapa banyak tawaran, salah satu yang presiden sudah perintahkan adalah dari Abu Dhabi, itu akan masuk nanti melalui Sovereign Wealth Fund (SWF)," kata Luhut saat ditemui di Grand Hyatt, Selasa (15/3).

Advertisement

Ia menyebut Abu Dhabi berencana menanamkan investasi mencapai US$ 20 miliar untuk proyek ibu kota baru. Sementara terkait kabar masuknya Cina sebagai salah satu investor IKN Nusantara, Luhut mengatakan, hal ini  masih terkait dengan komitmen Abu Dhabi. Cina merupakan salah satu mitra Abu Dhabi.

"Abu Dhabi itu bilang ke saya  mereka itu konsorsium dan berasal dari macam-macam negara, bukan sendirian, mereka ingin efisien. Jadi, ya bisa saja ada konsorsium dari Cina," kata Luhut.

Dukungan pendanaan dari sektor swasta tersebut terutama untuk pembangunan kawasan pengembangan IKN. Sementara untuk pendanaan untuk kawasan pemerintahan menurutnya sudah tidak ada masalah karena akan mendapat dukungan dari Anggaran pendapatan dan Belanja negara (APBN).

Pembangunan kawasan lainnya di luar kawasan pemerintahan akan didukung oleh sektor swasta yang saat ini disebut Luhut masih terus berjalan. Selain dari Abu Dhabi, Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman juga sudah menyatakan minatnya untuk berinvestasi di proyek IKN.

Halaman:
Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.

Artikel Terkait

Advertisement