LPS Pantau Tren Penurunan Bunga Deposito Kian Terbatas Awal Tahun Ini

LPS memperkirakan tren penurunan bunga deposito masih akan berlanjut pada kuartal pertama tahun ini dengan laju yang lebih terbatas.
Image title
29 Maret 2022, 18:15
bunga deposito, LPS, suku bunga
Katadata
LPS mencatat rata-rata tingkat bunga deposito rupiah seluruh bank yang dipantau pada akhir Januari 2022 turun 6 bps ke level 3,2% dibandingkan dengan akhir Januari 2022.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkirakan tren penurunan bunga deposito masih akan berlanjut, tetapi mulai terbatas. Penurunan bunga yang semakin terbatas mulai terlihat sejak akhir tahun lalu meski kondisi likuiditas masih relatif longgar.

"Tren penurunan suku bunga simpanan diperkirakan masih berlangsung dengan laju yang semakin terbatas dan hanya dilakukan pada beberapa bank tertentu," kata LPS dalam laporannya dikutip Selasa (29/3).

LPS mencatat, suku bunga simpanan pada bulan lalu masih melanjutkan penurunan dengan laju yang lebih terbatas. Rata-rata tingkat bunga deposito rupiah 22 moving daily average seluruh bank LPS pada akhir Januari 2022 turun 6 bps ke level 3,2% dibandingkan dengan akhir Januari 2022.

Suku bunga minimum turun 4 bps ke level 2,63%, dan suku bunga maksimum turun 9 bps ke level 3,76%. Sementara itu, suku bunga maksimum dan rata-rata seluruh bank valuta asing (valas) turun masing-masing 1 bps ke level 0,51% dan 0,41%. Adapun suku bunga minimum seluruh bank valas stabil di level 0,32%. 

Advertisement

"Laju penurunan yang cenderung terbatas ini mulai terjadi sejak kuartal keempat 2021," kata LPS.

Meski memperkirakan tren penurunan suku bunga berlanjut pada kuartal pertama tahun ini, LPS melihat indikasi kenaikan suku bunga maksimum perbankan dan kenaikan porsi sensitif funding pada beberapa bank yang cukup potensial di industri.

Lembaga ini juga memperkirakan perbankan masih akan berupaya mengoptimalkan pengelolaan spread biaya bunga simpanan dan kredit guna menjaga kinerja net interest margin (NIM) bank.

Sementara dari sisi intermediasi, LPS melihat penyaluran kredit perbankan masih akan meningkat secara bertahap seiring pemulihan ekonomi yang masih berlangsung. Meski begitu, bank masih akan selektif menyalurkan kredit dengan memperhatikan pengelolaan risiko kredit.

Antisipasi pemburukan kualitas kredit akan terus dilakukan dengan pembentukan pencadangan yang memadai. Adanya permintaan kredit yang lebih besar akan menjadi tantangan baru dalam pengelolaan likuiditas dan strategi penghimpunan dana. 

"Pada saat yang sama bank juga harus bersiap dengan perubahan perilaku deposan dan kehadiran layanan digital yang potensial mempengaruhi peta persaingan antar bank," kata LPS.

Penyaluran kredit perbankan pada bulan lalu berhasil tumbuh 6,33% YOY. Permintaan kredit membaik sejalan dengan meningkatnya aktivitas korporasi dan rumah tangga. Di sisi lain, meningkatnya aktivitas usaha mendorong pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) cenderung melambat menjadi 11,11%.

LPS menyebut secara keseluruhan kondisi likuiditas perbankan terpantau masih longgar. Hal ini terindikasikan dari loan to deposits ratio (LDR) yang berada pada level 77,55%, rasio alat likuid/non-core deposit (AL/NCD) sebesar 156,76% dan alat likuid/dana pihak ketiga (AL/DPK) sebesar 32,72% , menurun dibandingkan periode sebelumnya.

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait