Bunga The Fed Diramal Naik Jadi 3,5%, Kapan BI Menyusul?

BI memperkirakan The Fed akan menaikan suku bunga acuannya 175 bps hingga akhir tahun ini ke level 3.5%.
Abdul Azis Said
23 Juni 2022, 17:47
the fed, bunga the fed, suku bunga, bunga BI
@federealreserve/twitter
Ilustrasi. The Fed telah menaikkan suku bunga pada bulan ini sebesar 75 bps.

Bank Indonesia memperkirakan bank sentral AS, The Federal Reserve akan menaikan suku bunga acuannya 175 bps hingga akhir tahun ini ke level 3.5%. Adapun hingga saat ini, BI masih mempertahankan suku bunga kebijakan di level 3,5%.

"Suku bunga The Fed sebelumnya kami perkirakan pada akhir tahun akan naik menjadi 3,25%, dengan perkembangan terbaru akan naik menjadi 3,5% dan pada tahun 2023 naik 50 bps menjadi 4%," kata Gubernur BI Perry Warjiyo  dalam Konferensi Pers Usai Rapat Dewan Gubernur BI, Kamis (23/6)

The Fed telah mengumumkan kenaikan agresif suku bunganya sebesar 75 bps pada pertemuan bulan ini, setelah menaikkan 25 bps pada Maret dan 50 bps pada bulan lalu. Suku bunga The Fed saat ini berada di level 1,5%-1,75%.

Adapun kenaikan yang agresif tersebut membuat spread alias selisih antara bunga The Fed dan BI menyempit. Pasar juga mulai memperkirakan BI akan mengerek bunga acauanya paling cepat kuartal ketiga tahun ini.

Advertisement

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo kembali menegaskan bahwa pihaknya baru akan menaikkan suku bunga jika  kenaikan inflasi secara fundamental sudah terlihat. Ia melihat inflasi inti bulan ini memang akan naik, tetapi masih akan di bawah titik tengah target BI atau di bawah 3%.

"Artinya memang BI masih melihat bulan ini ada ruang untuk terus kami amati. BI siap seandainya harus menyesuaikan kebijakan dari sisi suku bunga jika memang terdapat tanda-tanda kenaikan inflasi inti tersebut," kata Doddy dalam acara yang sama dengan Perry.

Ekonom Bank Danamon Irman Faiz memperkirakan bank sentral akan mulai menaikan bunga acuannya pada kuartal III 2022. Hal ini seiring inflasi yang diperkirakan akan lebih tinggi, dari perkiraan sebelumnya 4% menjadi 4,2%. Selain itu, penurunan harga komoditas energi dibarengi naiknya permintaan domestik akan menekan surplus neraca perdagangan di masa mendatang.

Ia juga merevisi perkiraannya bahwa BI akan menaikan bunga lebih besar tahun ini dari semula 50 bps menjadi 100 bps. Dengan demikian, bunga BI pada akhir tahun ini akan berada di level 4,5%.

"Kami masih mempertahankan pandangan kami bahwa BI akan mengubah arah suku bunganya pada kuartal III, namun dengan lebih banyak ruang untuk kenaikan," kata Irman dalam risetnya.

Sementara, Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memperkirakan BI akan menaikan bunga acuannya maksimal hingga 75 bps sampai akhir tahun menjadi 4,25%. Inflasi diperkirakan melampaui 4% tetapi tidak akan setinggi perkiraan sebelumnya 4,6% saat pemerintah belum mengumumkan tambahan anggaran subsidi dan kompensasi energi.

"Kami masih melihat bahwa waktu untuk menaikkan BI rate akan sangat bergantung pada perkembangan inflasi yang diperkirakan akan meningkat secara substansial dan fundamental di semester kedua 2022," kata Faisal dalam risetnya

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait