Dolar AS Lesu, Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini 15.238 per US$

Rupiah menguat imbas melemahnya dolar AS setelah langkah intervensi bank-bank sentral lainnya untuk mengamankan mata uangnya masing-masing.
Abdul Azis Said
30 September 2022, 09:41
rupiah, dolar AS, rupiah melemah
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU
Ilustrasi. Rupiah pagi ini dibuka menguat di level Rp 14.216 per dolar AS.

Rupiah dibuka menguat 47 poin ke level Rp 15.216 per dolar AS di pasar spot pagi ini. Penguatan rupiah terimbas pelemahan dolar AS setelah langkah intervensi dari bank sentral lainnya yang mengamankan mata uangnya masing-masing.

Mengutip Bloomberg, rupiah berbalik melemah dari posisi pembukaan ke arah Rp 15.238 pada pukul 09.30 WIB. Namun, posisi rupiah masih menguat dibandingkan penutupan kemarin di Rp 15.263 per dolar AS.

Mayoritas mata uang Asia lainnya juga menguat pagi ini terhadap dolar AS. Peso Filipina mengaut 0,53% bersama rupee India 0,1%, ringgit Malaysia 0,02%, won Korea Selatan 0,71% dan dolar Taiwan 0,03%. Sebaliknya, yen Jepang melemah 0,15% bersama baht Thailand 0,23%, yuan Cina 0,08% dan dolar Singapura 0,03%, sedangkan dolar Hong Kong stagnan.

Analis DCFX Lukman Leong memperkirakan rupiah akan menguat hari ini seiring pelemahan dolar AS. Kurs garuda diramal bergerak di rentang Rp 15.150-Rp 15.300 per dolar AS.

Advertisement

"Pelaku pasar mulai khawatir dan mengantisipasi apabila bank-bank sentral akan secara aktif mengintervensi," kata Lukman dalam risetnya, Jumat (30/9).

Bank sentral Inggris (BoE) telah merespon kejatuhan mata uang poundsterling dengan menempuh langkah aksi borong obligasi pemerintah. Pembelian yang dilakukan kemarin mencapai US$ 1,55 miliar untuk obligasi bertenor 20 tahun, melanjutkan pembelian dua hari beruntun untuk menstabilkan pasar.

Namun penguatan hari ini kemungkinan terbatas. Sentimen pasar risk off di bursa saham dan penantian pasar terhadap rilis data inflasi pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) bulan Agustus yang diramal akan naik. Dua sentimen tersebut bisa menahan penguatan rupiah.

Berbeda, analis PT Sinarmas Futures Ariston Tjendra memperkirakan rupiah akan melemah hari ini ke arah Rp 15.280-Rp 15.300. Jikapun menguat, menurut dia, rupiah masih akan bergerak di kisaran Rp 15.200-Rp 15.220 per dolar AS.

Sentimen pasar terhadap aset berisiko terlihat negatif dengan turunnya indeks-indeks saham global dan indeks saham Asia yang juga terlihat negatif pagi ini. Nikkei 225 Jepang terkoreksi 1,55% bersama Kospi Korea Selatan 0,15%, Nifty 50 India 0,24%, ASX 200 Australia 0,48%, menyusul pelemahan di bursa Wall Street dan mayoritas bursa Eropa.

"Sentimen negatif ini mungkin karena isu resesi yang diakibatkan lingkungan suku bunga dan inflasi yang tinggi," kata Ariston.

Di sisi lain, dolar AS juga nampak sedang berkonsolidasi. Mata uang AS itu tampak bergerak melemah terhadap mata uang utama dunia lainnya. Ariston melihat pelemahan dolar AS ini mungkin masih dikarenakan imbas kekhawatiran resesi di AS. Sentimen ini diharap bisa menahan pelemahan rupiah hari ini tidak terlalu dalam.

Rupiah sepanjang pekan ini terus melemah dan bertengger di level Rp 15.200 per dolar AS akibat menguatnya dolar AS imbas kenaikan bunga The Fed. 

Grafik:

 

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait