Ini Tugas Khusus Jokowi Kepada 12 Wakil Menteri Baru  

Arahan mulai dari menyelesaikan perjanjian dagang, menyelesaikan sengketa lahan, mengawasi dana desa, hingga promosi pariwisata.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
25 Oktober 2019, 15:32
wakil menteri Jokowi, Jokowi, Kabinet jokowi.
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Wakil Menteri Pertahanan (dua kiri), Wahyu Sakti Trenggono (Mantan Bendahara Tim Kampanye Nasional) di Istana Merdeka, Jakarta Puaat (25/10/2019). Hari ini presiden Joko Widodo mengumum para calon wakil Menteri Periode Tahun 2019-2024. Jokowi juga memberi arahan kepada masing-masing Wamen.

 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari Jumat (25/10) resmi melantik 12 Wakil Menteri di Istana Negara, Jakarta, Jumat (25/10). Seperti pelantikan Menteri dua hari lalu, prosesi juga diawali dengan pengumuman nama wamen di Istana Merdeka.

Saat mengumumkan nama, Jokowi menyelipkan pesan khusus kepada 12 orang tersebut. Dia berpesan kepada Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar agar menyelesaikan perjanjian dagang dengan 15 negara, terutama dengan Uni Eropa.

Arahan sama juga disampaikan Jokowi kepada Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga. Selain itu Presiden juga memerintahkan Kementerian Perdagangan memacu ekspor. “Beri back up penuh agar perjanjian dagang bisa diselesaikan,” ujar Jokowi.

(Baca: Mahendra Siregar Jadi Wakil Menlu, Ada Target Khusus dari Jokowi )

Jokowi memberi pesan kepada Sakti Wahyu Trenggono yang diangkat menjadi Wamen Pertahanan agar mengembangkan industri pertahanan. “Dan memberi dukungan kepada Pak Prabowo Subianto,” kata Presiden.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga meminta Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengoptimalkan serapan anggaran agar tepat sasaran. “Karena portofolio Kemenkeu besar, jadi dibantu Wamen,” kata Jokowi.

Presiden lalu memberi arahan agar Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Wempi Wetipo mengawasi proyek infrastruktur di Indonesia Timur. Apalagi Wempi pernah menjabat sebagai Bupati Jayawijaya dua periode.

Sedangkan mantan Walikota Solo itu memerintahkan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Budi Arie Setiadi mengawasi dana desa. Ini agar uang yang disalurkan pemerintah pusat membawa dampak positif.

“Karena kita punya 74 ribu desa,” demikian arahan Jokowi kepada Ketua Umum Projo itu.

(Baca: Jadi Wakil Menteri Desa, Ketum Projo Sudah Sedikit Cinta Prabowo)

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surya Tjandra juga mendapat arahan agar menyelesaikan konflik agraria dan sengketa lahan. “Saya sudah beri target satu tahun selesai,” ujar Presiden.

Kepada duet Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin dan Kartiko Wirjoatmodjo, Presiden menginginkan valuasi aset BUMN meningkat. Selain itu Kepala Negara memerintahkan Budi dan Tiko menjaga pengelolaan perusahaan pelat merah yang jumlahnya lebih dari 140.

“Cari mitra yang baik sehingga BUMN jadi korporasi yang baik di global,” ujar Presiden.

(Baca: Dirutnya Jadi Wakil Menteri BUMN, Saham Bank Mandiri Anjlok 2,42%)

Jokowi juga memerintahkan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo fokus pada promosi tempat wisata di Indonesia. Apalagi puteri pengusaha Hary Tanoesoedibjo itu datang dari industri media.

“Sehingga wisatawan yang datang ke Indonesia lebih banyak,”  katanya.

Sedangkan Jokowi hanya mengamanatkan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid dan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Olue Dohong mendukung kerja Menteri masing-masing. Alasannya, keduanya sudah lama berkecimpung di bidang terkait.

Zainut merupakan Wakil Ketua majelis Ulama Indonesia (MUI), sedangkan Alue adalah pejabat Badan Restorasi Gambut. “Tadi disampaikan agar membantu Menteri,” ujar Kepala Negara.

 

 

Video Pilihan

Artikel Terkait