Erick Thohir: Laba Freeport Bakal Melonjak Jadi Rp 40 T Tahun Ini
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir optimistis kinerja PT Freeport Indonesia akan meningkat di tengah pandemi Covid-19. Ia mengatakan, pendapatan perusahaan tambang tersebut akan naik 100% hingga mencapai Rp 105 triliun pada akhir Desember.
Angka ini meningkat lebih dari dua kali lipat sejak tahun lalu. Selain itu, keuntungan bersih Freeport diperkirakan akan meningkat 300% menjadi Rp 40 triliun pada Desember 2021.
"Keuntungan bersih tahun lalu Rp 10 triliun, rencananya tahun ini (meningkat) jadi Rp 40 triliun," kata Erick dalam acara groundbreaking Smelter PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Selasa (12/10).
Capaian positif itu terjadi karena Freeport meningkatkan kapasitas produksi mereka. Selain itu, pendapatan perusahaan juga akan membaik karena ada peningkatan harga tembaga.
Sedangkan Presiden Joko Widodo telah meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) pabrik smelter PT Freeport Indonesia di Gresik, Jawa Timur. Nantinya, pabrik smelter itu akan menjadi yang terbesar di dunia.
"Smelter yang akan dibangun dengan desain single line ini terbesar di dunia," kata Jokowi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur, Selasa (12/10).
Menurutnya, smelter tersebut akan mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun atau 480 ribu ton logam tembaga per tahun. Kepala Negara memastikan, kapasitas olahan tersebut sangat besar.
Seperti diketahui, smelter Freeport dengan nilai investasi mencapai Rp42 triliun dibangun di atas lahan seluas 100 hektar. Progres pembangunan hingga sekarang mencapai 8% dan diharapkan selesai pada akhir 2023.
Berdasarkan data Bloomberg pada Selasa (12/10), komoditas tembaga di London Metal Exchange terpantau pada level US$ 9.543 per ton. Posisi tersebut naik 1,94% dibandingkan hari sebelumnya.
Beberapa waktu yang lalu, pengamat komoditas Ariston Tjendra mengatakan kenaikan harga tembaga terjadi karena outlook pemulihan ekonomi global. Hal ini seiring dengan menurunnya kasus harian Covid-19 dan kemajuan program vaksinasi.
“Terjadi euforia di pasar. Investor beralih ke aset berisiko untuk mencari yield (imbal hasil) lebih tinggi,” kata dia kepada Katadata.co.id.
Kenaikannya juga diimbangi pemulihan ekonomi Tiongkok, konsumen tembaga terbesar di dunia. Tak hanya itu, pulihnya industri manufaktur Jepang juga akan memperbaiki kinerja sektor tambang.
Tembaga banyak dipakai pada sektor manufaktur. Saat industri manufaktur pulih, maka permintaan barang tambang itu pun naik. Karena itu, menurut Ariston, potensi kenaikan harganya masih terbuka lebar.
"Tapi ada level resistant yang cukup kuat di kisaran US$ 9.640 per ton, yang bisa menahan penguatan harga," ujarnya.
Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Sugeng Mujiyanto mengatakan realisasi produksi tembaga di Indonesia tiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Realisasi produksi katoda tembaga di 2019 mencapai 180 ribu ton dan tahun lalu sebesar 269 ribu ton. Untuk tahun ini targetnya juga lebih tinggi.
