Megawati Ajukan Nama Ahok untuk Jadi Calon Kepala Ibu Kota Nusantara

Ahok dianggap berpengalaman dalam memimpin daerah. PDIP juga menyebut sosok Mensos Tri Rismaharini memenuhi syarat menjadi Kepala Otorita IKN
Ameidyo Daud Nasution
27 Januari 2022, 18:41
ahok, pdip, ibu kota, ikn
facebook.com/AhokBTP
Ahok

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengajukan nama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai calon kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN). Pengajuan tersebut telah disampaikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kepada Presiden Joko Widodo.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan Ahok memenuhi syarat dan berpengalaman untuk memimpin ibu kota baru. Meski demikian, partai menyerahkan keputusan tersebut kepada Jokowi.

"Beliau (Ahok) punya kepemimpinan yang cukup baik selama menjadi Wakil Gubernur dan Gubernur di Jakarta," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (27/1) dikutip dari Antara.

 Hasto mengatakan perlu pemimpin yang berani, visioner, paham kultur bangsa, serta memiliki tata kelola yang baik dalam mengelola IKN Nusantara. Selain itu Kepala Otorita juga perlu memadukan konsep samrt city dengan aspek budaya bangsa Indonesia. 

Advertisement

"Juga pandangan geopolitik di mana sejak zaman Bung Karno, Kalimantan ditempatkan sebagai koridor strategis membangun Indonesia," katanya.

Sebelumnya beberapa nama seperti Tri Rismaharini hingga Abdullah Azwar Anas juga digadang menjadi calon Kepala Otorita IKN. Hasto mengatakan nama seperti Risma juga bisa memenuhi syarat.

RISMA KUNJUNGI BEKAS PENJARA BUNG KARNO
RISMA KUNJUNGI BEKAS PENJARA BUNG KARNO (ANTARA FOTO/Novrian Arbi/wsj.)

 

"Karena ada kriteria calon yang diusulkan memiliki latar belakang kepala daerah dan arsitek. Kalau kami melihat memang beliau (Risma) memenuhi syarat," ujarnya.

Sedangkan Jokowi telah membentuk tim kecil guna membantu proses pemilihan Kepala Otorita IKN. Tim kecil tersebut tidak melakukan seleksi namun akan memberikan evaluasi, masukan, dan pertimbangan kepada Kepala Negara. 

"Ada tim kecil yang Bapak Presiden tunjuk (membantu proses penunjukkan)," kata Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin kepada wartawan, Rabu (26/1). Meski demikian ia belum menjelaskan siapa saja yang membantu Presiden dalam tim tersebut.

 

 
 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait