Daerah di Jawa - Bali Naik ke PPKM Level 4, Jabodetabek Masih Level 3

Kenaikan level PPKM di beberapa daerah di Pulau Jawa dan Bali karena peningkatan tingkat rawat inap di rumah sakit.
Image title
21 Februari 2022, 15:47
ppkm, ppkm level 3, jabodetabek, covid-19
Humas Setkab/Agung Bin
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan keterangan pers setelah Rapat Terbatas mengenai Evaluasi PPKM, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (10/01/2022)

Pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali. Pada perpanjangan itu, sejumlah daerah masuk pada PPKM level 4, sementara Jabodetabek berstatus level 3.

"Saat ini mulai terdapat beberapa kabupaten kota yang masuk ke dalam level 4," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo secara daring, Senin (21/2).

Namun, Luhut tak menjelaskan secara rinci wilayah mana saja yang masuk pada PPKM level 4. Adapun kenaikan level pembatasan disebabkan peningkatan tingkat rawat inap di rumah sakit.

Sedangkan, wilayah yang menerapkan PPKM level 3 antara lain Solo Raya, Semarang Raya, Jabodetabek, Bali, DI Yogyakarta, Bandung Raya, Surabaya Raya, dan Malang Raya.

Advertisement

Luhut juga mengatakan bahwa DKI Jakarta, Bali, dan Banten sudah memasuki tren penurunan kasus konfirmasi harian. Penurunan angka keterisian rumah sakit juga terjadi di Jakarta dan Bali. Secara keseluruhan, jumlah keterisian rawat inap di rumah sakit wilayah Jawa dan Bali masih jauh dibandingkan keterisian rumah sakit saat gelombang varian Delta.

Meski demikian, Luhut tak menjelaskan teknis perpanjangan PPKM pekan ini. Rincian aturan perpanjangan PPKM akan tertuang pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) yang diterbitkan sore hari ini.

Sebelumnya, epidemiolog meminta pemerintah tak melonggarkan penerapan PPKM level 3 di Jabodetabek. Hal ini lantaran kasus Covid-19 masih akan meningkat di provinsi besar Pulau Jawa.

"Jangan dulu dilonggarkan. (Apalagi) PPKM level 3 memang sudah longgar," kata Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman, Senin (21/2).

Selain itu, masih ada daerah lain yang belum melalui puncak gelombang ketiga, seperti Jawa Barat hingga Jawa Timur. Untuk itu, pemerintah perlu memastikan puncak gelombang Covid-19 terjadi setidaknya satu pekan kemudian.

Untuk itu, respons penanganan pandemi harus dilakukan secara merata di berbagai daerah. "Jangan PPKM di satu daerah kuat, sementara daerah lainnya melemah. Penularan tidak akan selesai dengan baik," ujar dia.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait