Jokowi Blusukan Cek Harga Minyak Goreng di Yogyakarta, Apa Hasilnya?

Jokowi masih menemukan adanya kelangkaan pasokan minyak goreng. Presiden akan menggelar rapat untuk membahas persoalan ini.
Ameidyo Daud Nasution
14 Maret 2022, 07:51
Jokowi, minyak goreng, harga minyak goreng
Antara
Presiden Joko Widodo mengecek harga minyak goreng di Yogyakarta, Minggu (13/3). Foto: Antara

Presiden Joko Widodo blusukan untuk memantau harga minyak goreng di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Minggu (14/3). Blusukan dilakukan di swalayan hingga pasar tradisional.

Tempat yang pertama kali adalah sebuah ritel yang berada di bilangan Pasar Kembang. Saat sidak, Jokowi mendapati rak yang seharusnya menjual minyak goreng ternyata kosong.

Karyawan ritel tersebut sempat menjelaskan kepada Presiden bahwa minyak goreng telah ludes sejak pagi hari. Adapun harga minyak goreng yang dijual mencapai Rp 14 ribu dalam kemasan satu liter dan Rp 28 ribu dalam kemasan dua liter.

"Datang lagi kapan?," tanya Jokowi kepada karyawan ritel tersebut dalam video yang dibagikan Sekretariat Presiden pada Minggu (13/3). "Enggak pasti (belum jelas) pak," jawab si karyawan ritel tersebut.

Advertisement

Jokowi lalu melanjutkan blusukannya ke pasar tradisional. Seperti di ritel, seorang pedagang menyatakan bahwa dirinya kerap tak mendapatkan pasokan minyak goreng secara pasti. "Harganya Rp 13 ribu satu liter pak," kata si pedagang kepada Jokowi. Kepala Negara lalu memutuskan untuk membeli dua botol minyak goreng. 

Jokowi juga sempat menanyakan harga minyak goreng curah kepada pedagang lainnya. Ia mendapati harga minyak curah saat ini mencapai Rp 17 ribu per liter.

Sedangkan Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan Jokowi akan menggelar rapat internal membahas harga minyak goreng usai berkegiatan di Ibu Kota Nusantara (IKN) pekan ini. 

"Beliau telah memotret kondisi ini dan tidak bisa dibiarkan dalam jangka waktu lama," kata Pramono.

Pramono mengatakan permasalahan ini muncul seiring melambungnya harga minyak sawit mentah (CPO). Di sisi lain lebih dari separuh dari total produksi CPO Indonesia yakni 50 juta ton diekspor.

"Maka produsen diminta memprioritaskan kepada masyarakat walaupun harga di luar tinggi. Kami tahu itu dilematis bagi produsen," katanya.

 

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait