Menko Airlangga Pamerkan Kartu Prakerja Dapat Pujian Internasional

Kartu Prakerja mendapatkan apresiasi dari UNDP. Program tersebut juga akan dipresentasikan di World Economic Forum serta acara UNESCO.
Ameidyo Daud Nasution
23 Mei 2022, 09:13
kartu prakerja, bantuan sosial, pbb, airlangga
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
Warga penerima manfaat menunjukkan Kartu Prakerja miliknya usai bertemu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (15/12/2020).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memamerkan Kartu Prakerja yang mendapatkan apresiasi dari dunia internasional. Tak hanya itu, program ini akan diangkat dalam World Economic Forum di Davos, Swiss pada Mei 2022.

Airlangga menjelaskan Kartu Prakerja mendapatkan banyak pujian karena menjadi salah satu program yang berhasil merespons dampak dari pandemi Covid-19. Program ini membantu para pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan meningkatkan keterampilan angkatan kerja.

"Secara luas juga ikut melahirkan wirausahawan muda dan membuka lapangan kerja baru," kata Airlangga, Minggu (22/5) dikutip dari Antara.

Airlangga mengatakan lembaga internasional seperti Badan Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) memberikan apresiasi karena Kartu Prakerja bisa mengatasi PHK. Selain itu program ini juga akan dipresentasikan dalam konferensi Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) sebagai model mempersiapkan pekerja di masa depan.

Advertisement

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2022 mencapai 5,83% atau turun dari bulan yang sama 2021 yakni 6,26%.

Direktur Eksekuti Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan mengatakan pujian dari berbagai lembaga internasional disebabkan banyak pilar dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG's). Beberapa di antaranya adalah pembelajaran, pemberdayaan perempuan, hingga pengurangan ketimpangan.

Selain itu Kartu Prakerja dianggap sebagai contoh transformasi digital layanan publik yang berhasill. "Kita perlu cara baru untuk melahirkan program dengan cepat sehingga tak ada yang tertinggal," katanya.

Denni juga mengatakan bahwa program ini bisa memfasilitasi pekerja beradaptasi dengan perubahan tren. Kini lowongan kerja, wawancara, hingga job fair banyak dilakukan secara online.

Sejak fitur rekomendasi pekerjaan dirilis di dashborad Prakerja, sudah ada lebih dari 5.500 lowongan dapat diakses. Sedangkan yang dilakukan Manajemen Pelaksana menunjukkan 63% penerima yang melihat fitur ini sebelum melamar akan dipanggil untuk seleksi kerja.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait