Jokowi Waspadai Bertambahnya Penularan Penyakit dari Hewan ke Manusia
Penyakit yang berasal dari hewan mulai merebak dalam beberapa tahun terakhir. Presiden Joko Widodo pun memperkirakan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia akan terus bertambah.
Untuk itu, Kepala Negara meminta kampus seperti Institut Pertanian Bogor (IPB) menyiapkan deteksi peringatan dini terhadap penyakit infeksius dari hewan. Ia juga mengajak IPB untuk mempelajari ilmu penyakit zoonosis.
"Penyakit zoonosis ini diprediksi akan terus meningkat," kata Jokowi dalam Pembukaan Dies Natalis ke-59 Institut Pertanian Bogor (IPB) secara daring, Kamis (1/9).
Selain itu, IPB diminta untuk mengembangkan program studi kekinian dan adaptif. Ini artinya, ilmu yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan saat ini dan masa depan.
Beberapa program studi kekinian itu seperti bioinformatika, biomedicine, data science, dan complexity and sustainable science. Presiden juga meminta kampus terus berinovasi, " (Menjadi) Perguruan tinggi yang berbasis pertanian, kelautan, dan bioscience tropica," ujar dia.
Sebagai informasi, penyakit zoonosis mulai menyebar dalam beberapa tahun terakhir, salah satunya Covid-19 yang diduga menular dari keleawar. Namun, corona bisa jadi bukan jadi penyakit terakhir.
Terbaru, virus cacar monyet atau monkeypox sedang merebak di berbagai negara. Monkeypox adalah penyakit zoonosis yang kali pertama ditemukan di Denmark pada 1958.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sempat mengkhawatirkan virus NeoCov pada Januari tahun ini. Virus NeoCov ditemukan di antara kelelawar di Afrika Selatan.
WHO menjelaskan, hewan, khususnya satwa liar merupakan sumber lebih dari 75% semua penyakit menular yang muncul pada manusia. “Virus corona sering ditemukan pada hewan, termasuk kelelawar yang telah diidentifikasi sebagai reservoir alami virus ini," kata WHO.
Sebelumnya, sebuah studi memperkirakan perubahan iklim bisa memicu pandemi baru dalam beberapa dekade ke depan. Studi dilakukan Universitas Georgetown, Universitas Connecticut, Pacific Lutheran University, Universitas Cape Town, dan EcoHealth Alliance.
Adapun, perubahan iklim dapat menyebabkan peningkatan suhu planet, dan memaksa hewan pindah ke daerah baru yang memiliki kondisi lebih baik. Namun hewan-hewan tersebut berpotensi membawa parasit dan patogen serta menyebarkannya pada spesies baru.
