Awal Tahun, Jokowi Kembali Lontarkan Kode Reshuffle Kabinet

Jokowi telah beberapa kali melontarkan kode akan melakukan reshuffle posisi menteri sejak akhir tahun lalu.
Ameidyo Daud Nasution
2 Januari 2023, 14:16
reshuffle, kabinet, jokowi
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono (kedua kiri) menyampaikan keterangan kepada wartawan seusai meninjau Pasar Tanah Abang di Jakarta, Senin (2/1/2023).

Presiden Joko Widodo kembali angkat bicara soal wacana reshuffle Kabinet Indonesia Maju. Presiden kembali memberikan kode kocok ulang posisi menteri akan dilakukan.

"Ditunggu saja," kata Jokowi di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (1/2).

Sudah beberapa kali Jokowi melontarkan kode reshuffle kabinet. Pekan lalu, Jokowi memberikan sinyal reshuffle Kabinet Indonesia Maju. Saat ditanya awak media apakah akan merombak kabinet, Jokowi hanya menjawab dengan anggukan.

"Clue-nya (petunjuknya)...," kata Jokowi sembari memberikan gestur dengan kedua tangannya di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (26/1).

Beberapa hari sebelumnya, Jokowi membuka kans akan melakukan reshuffle usai ditanya awak media. Hal ini merespons pertanyaan para wartawan soal hasil survei yang dilakukan Charta Politika.

Survei tersebut menyebut 61,8% responden setuju jika Jokowi mengganti menteri. "Mungkin (akan reshuffle)," kata Jokowi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/12).

Sebelumnya, pada Oktober lalu, mantan wali kota Solo tersebut mengungkapkan hal serupa kala menjawab pertanyaan awak media di Bandung, perihal nasib partai NasDem di Kabinet Indonesia Maju.

Pasalnya, pada saat itu ada desakan dari relawan agar partai besutan Surya Paloh itu ditendang dari kabinet karena mengusung Anies Baswedan. "Pelaksanaannya nanti diputuskan," kata Jokowi di Stasiun Tegalluar, Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/10) lalu.

Sedangkan Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera berpendapat wacana perombakan atau reshuffle kabinet yang dihembuskan Presiden Joko Widodo tidak tepat. Menurut Mardani, wacana perombakan itu hanya menyebabkan kebisingan.

"Dengan jam terbang tinggi beliau bisa mengarahkan para menteri. Ketimbang membuat kebisingan yang tidak perlu dengan reshuffle terburu-buru," kata Mardani dalam cuitan di akun Twitter pribadinya @MardaniAliSera, Senin (26/12).

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait