Tantangan UMKM dalam G20: Belum Pakai Energi Terbarukan

Pengusaha menyoroti UMKM RI yang mengandalkan solar sebagai bahan bakar. Pekerjaan besar transisi energi oleh pemerintah.
Ameidyo Daud Nasution
13 November 2022, 19:04
kadin, umkm, g20, energi terbarukan
ANTARA FOTO/Novrian Arbi/foc.
Pengunjung melihat sejumlah produk UMKM Jawa Barat pada acara W-20 Indonesia UMKM Expo di Gedung Sate Bandung, Jawa Barat, Minggu (6/11/2022).

Pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu hal yang dibahas dalam pertemuan G20. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menargetkan UMKM dapat maju hingga menjadi Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Meski demikian, masih ada tantangan yang dihadapi dalam memajukan UMKM dan kaitannya dengan penggunaan energi. Wakil Ketua Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) Achmad Widjaja mengatakan hingga saat ini UMKM masih mengandalkan solar sebagai bahan bakar dalam bisnis mereka.

Sedangkan, pemerintah menargetkan adanya transisi menuju energi terbarukan. Oleh sebab itu, Achmad berharap regulator dapat menyiapkan langkah agar UMKM bisa beralih ke energi yang lebih bersih.

"Ini pekerjaan rumah pemerintah, bagaimana pengguna solar ini menjadi pengguna gas," katanya dalam acara Katadata Live G20, Minggu (13/11). 

Apalagi transisi energi juga menjadi satu dari tiga topik utama dalam presidensi G20 RI. Hal ini juga akan menjadi fokus yang akan dikerjakan pengusaha.

"Warteg dan gorengan sudah memakai gas, mengapa UMKM belum," kata pria yang juga Ketua Koordinator Gas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ini.

Achmad berharap KTT G20 dan turunannya yakni B20 mampu mengangkat dunia usaha Indonesia. Dia optimistis seluruh delegasi internasional yang datang bisa melihat perubahan yang telah dilakukan RI.

"Indonesia juga diarahkan menjadi satu dari enam pemain besar industri dunia pada 2030," kata Achmad.

Pengusaha juga telah menandatangani lebih dari 60 perjanjian senilai miliaran dolar AS. Meski demikian, tantangannya adalah meneruskan perjanjian yang telah disepakati.

"Jadi dipelajari berdasarkan sektor dan klasternya, lalu skema kerja samanya juga," kata Achmad.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Kadin Koordinator Bidang Maritim, Investasi, dan Luar Negeri Shinta W. Kamdani mengatakan lebih dari 20 perjanjian investasi akan ditandatangani selama pelaksanaan Forum Investasi B20 di Bali. Perjanjian tersebut akan dialokasikan untuk hilirisasi industri di dalam negeri. 

Selain itu, acara ini menawarkan peluang untuk berkolaborasi menjalani dekarbonisasi," kata Shinta dalam Indonesia Net Zero Summit 2022, Jumat (11/11).

 

Dalam rangka mendukung kampanye penyelenggaraan G20 di Indonesia, Katadata menyajikan beragam konten informatif terkait berbagai aktivitas dan agenda G20 hingga berpuncak pada KTT G20 November 2022 nanti. Simak rangkaian lengkapnya di sini.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait