Investor Cemas Tunggu Keputusan The Fed, IHSG Hari Ini Akan Tertekan

Gerak IHSG juga akan dipengaruhi sentimen dari data produk domestik bruto triwulan III-2021 Indonesia menjelang akhir pekan
Image title
2 November 2021, 06:48
IHSG, bursa, saham
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Pekerja melihat telepon pintarnya dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/3/2021).

Mengawali November, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup anjlok 0,58 % menjadi 6.552 pada Senin (1/11). Pada perdagangan hari ini, Selasa (2/11), indeks diperkirakan bergerak turun.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mengatakan IHSG hari ini berpotensi melemah dengan area support 6.527 dan 6.502. Sedangkan area resistance berada di level 6.652 dan 6.602.

Selain itu, investor dinilai cenderung konservatif menjelang keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat The Fed. "Investor juga menanti rilis data produk domestik bruto triwulan ketiga 2021 Indonesia jelang akhir pekan," kata Dennies.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Ketika menyentuh support, harga biasanya akan kembali ke atas karena peningkatan pembelian. Namun jika tembus, harga akan terus turun untuk menemukan titik keseimbangan baru.

Sebaliknya, resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan terhambat

Secara teknikal level IHSG kembali melebar setelah membentuk deadcross, mengindikasikan potensi melanjutkan pelemahan. Sementara, secara fundamental, pergerakan indeks juga masih ditopang rilis kinerja emiten triwulan III-2021.

Dennies merekomendasikan saham Budi Starch & Sweetener (BUDI) untuk beli tapi bersifat spekulasi. Rekomendasikan lain Semen Indonesia (SMGR) untuk tahan (hold), BFI Finance (BFIN) untuk tambah, dan rekomendasi Matahari Putra Prima (MPPA) untuk jual.

Sedangkan CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, hari ini IHSG berpotensi tertekan. Berdasarkan analisisnya secara teknikal, perkiraan rentang indeks hari ini di level 6.413 dan 6.603.

William mengatakan, setelah rilis data inflasi, IHSG dinilai masih memiliki kecenderungan berada dalam rentang konsolidasi wajar. Potensi tekanan masih akan terlihat mengingat adanya kemungkinan harga komoditas yang tertekan hingga beberapa waktu mendatang.

"Sehingga akan memberikan sentimen kurang baik terhadap emiten yang berkaitan dengan komoditas dan hal ini tentunya dapat memberikan dampak terhadap pola gerak IHSG," kata William.

Ada sejumlah saham yang direkomendasikan oleh William pada perdagangan hari ini seperti Alam Sutera Realty (ASRI), Telkom Indonesia (TLKM), XL Axiata (EXCL), Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Central Asia (BBCA), dan Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP).

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, IHSG diperkirakan akan melanjutkan fase koreksinya setelah gagal ditutup di atas resistance 6.619. "Target koreksi ideal bagi IHSG masih di level 6457 sebagai support-nya," katanya.

Berdasarkan analisisnya secara teknikal, area support IHSG hari ini ada di level 6.505, 6.457, dan 6.386. Sementara level resistance indeks hari ini ada di level 6.619, 6.692, dan 6.799.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), Vale Indonesia (INCO), Bukit Asam (PTBA), Semen Indonesia (SMGR), dan Indah Kiat Pulp & Paper (INKP).

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait