Jokowi Tinjau Jembatan Terpanjang di Papua

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Presiden Jokowi meninjau pembangunan Jembatan Holtekamp di Papua
12/4/2018, 17.55 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau pembangunan jembatan terpanjang di Papua, kemarin (12/4). Jembatan Holtekamp ini bisa mempersingkat waktu tempuh perjalanan dari Jayapura ke Skow, perbatasan Papua Nugini dari sebelumnya 2,5 jam menjadi hanya 1 jam. 

Proyek jembatan yang akan rampung akhir 2018 ini juga akan ditunjang oleh pengembangan infrastruktur lain di wilayah Jayapura hingga perbatasan Skouw. Beberapa, diantaranya pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, pasar dan kawasan wisata.

"Saya kira ini menjadi jembatan paling panjang yang kami harap menumbuhkan titik ekonomi baru di Jayapura," kata Jokowi dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden, Kamis (12/4). (Baca: Kementerian PUPR Akan Libatkan Swasta Garap Jalan Trans Papua)

Adanya kawasan wisata berbasis air akan menarik wisatawan berdatangan ke jembatan baru ini. Fungsi menarik wisatawan ini adalah tujuan lain dari jembatan Holtekamp. Hal yang paling utama menurutnya adalah adanya titik pertumbuhan ekonomi baru di Papua.

Jembatan sepanjang 1328 meter termasuk bentang utama 732 meter ini berada diatas Teluk Youtefa yang menghubungkan Kota Jayapura dengan Distrik Muara Tami di Provinsi Papua. Jokowi mengatakan pembangunannya melibatkan seluruh elemen pemerintahan, yang menjadi salah satu hal positif di balik pekerjaan jembatan Holtekamp.

(Baca: Pemerintah Akan Bangun Jalan, Jembatan, hingga Sanitasi Air di Asmat)

Jembatan yang membelah Teluk Youtefa, Distrik Muara Tami ini juga memiliki bentang 732 meter. Sedangkan struktur Jembatan Holtekamp terdiri dari dua bentang utama dengan masing-masing panjang bentang sepanjang 150 meter, tinggi 20 meter, dan berat 2.000 ton. Struktur dirancang PT. PAL Indonesia (Persero) dan dikapalkan langsung dari Surabaya.

Adapun biaya pembangunan bentang utama jembatan ini mencapai Rp 943 miliar dan dikerjakan konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya. Perusahaan plat merah yang dimaksud adalah PT PP sebagai pimpinan konsorsium, serta PT Nindya Karya dan PT Hutama Karya sebagai anggota.

(Baca: Jokowi Perintahkan Menteri PUPR Beri Rumah Bagi Mantan OPM)