Polusi Udara Kubu Raya Masuk Level Berbahaya, Warga Diimbau Waspada
Kualitas udara sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatra masih berada di kondisi tidak sehat, seiring terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.
Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kualitas udara Kubu Raya di Kalimantan Barat dan Banjarbaru di Kalimantan Selatan tergolong berbahaya pagi ini, Kamis (27/8).
Data pantauan BMKG pukul 06.00 WIB menunjukkan, konsentrasi PM2,5 di Kubu Raya mencapai 339,2 µg/m&³3;, sementara konsentrasi PM2,5 di Banjarbaru mencapai 325,8 µg/m&³3;.
Dengan ukuran yang lebih kecil dari diameter rambut manusia, PM2,5 bisa masuk ke dalam tubuh dan menimbulkan masalah kesehatan. Kelompok yang paling rentan terdampak, di antaranya adalah anak-anak, lansia, serta penderita penyakit pernapasan dan jantung.
“PM2,5 dapat masuk lebih dalam ke paru-paru dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan,” demikian dikutip dari laman resmi BMKG, pada Kamis (27/8).
PM2,5 merupakan partikel halus yang banyak dihasilkan dari aktivitas pembakaran, seperti emisi kendaraan bermotor, kegiatan industri, pembangkit energi, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Selain Kubu Raya dan Banjarbaru, konsentrasi PM2,5 di wilayah lainnya tergolong tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Berikut daftar singkatnya:
- Kubu Raya, Kalimantan Barat, dengan konsentrasi partikel halus 339,2 µg/m&³3; atau berada di level berbahaya,
- Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dengan konsentrasi partikel halus 325,8 µg/m&³3; atau berada di level berbahaya,
- Musi 2 Palembang, Sumatra Selatan, dengan konsentrasi partikel halus 163,6 µg/m&³3; atau berada di level sangat tidak sehat,
- Mempawah, Kalimantan Barat, dengan konsentrasi partikel halus 90,8 µg/m&³3; atau berada di level tidak sehat,
- Talang Betutu Palembang, Sumatra Selatan, dengan konsentrasi partikel halus 62,3 µg/m&³3; atau berada di level tidak sehat.
Sementara itu, kualitas udara yang baik terpantau berada di Kototabang, Kabupaten Agam, Sumatra Barat dengan konsentrasi PM2,5 hanya 7,0 µg/m&³3;. Malang di Jawa Timur juga berada di level yang sama dengan konsentrasi PM2,5 hanya 11,7 µg/m&³3;.
Kategori kualitas udara baik memiliki konsentrasi PM2,5 dalam rentang 0-15,5µg/m&³3;. Sementara, kualitas udara sedang berada di rentang 15,6-55,4µg/m&³3;; kualitas udara tidak sehat berada di rentang 55,5-150,4µg/m&³3;; kualitas udara sangat tidak sehat berada di rentang 150,5-250,4µg/m&³3;; serta kualitas udara berbahaya berada di rentang lebih dari 250,4µg/m&³3;.