Pemerintah Targetkan 6.500 MW Pembangkit Tenaga Surya pada 2020

Katadata | Arief Kamaludin
Penulis: Michael Reily
Editor: Pingit Aria
1/11/2017, 12.01 WIB

Pemerintah menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 6.500 megawatt (MW) hingga 2020. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian Ngakan Timur Antara menyatakan, pencapaian target ini harus dilakukan dengan penguatan struktur industri.

Menurutnya, industri fotovoltaik mampu berkontribusi lebih dalam pengembangan sistem ketenagalistrikan nasional sebagai alternatif dari penggunaan energi fosil. “Untuk membangun PLTS, yang dibutuhkan bukan hanya modul surya saja, namun juga baterai, kabel, inverter dan beberapa komponen pendukung lain,” kata Ngakan dalam keterangan resmi, Selasa (31/10).

Menurutnya, pengembangan industri fotovoltaik sejalan program pemerintah terkait proyek pembangkit listrik 35.000 MW. Namun, pemanfaatan PLTS hingga 2017 baru mencapai 100 MW. Fotovoltaik merupakan sektor energi dan penelitian yang berhubungan dengan aplikasi panel surya untuk energi dengan mengubah sinar matahari menjadi listrik.

(Baca juga:  Jual-Beli Listrik PLTS Terapung Pertama di Indonesia Diteken November)

Ngakan menyebut kapasitas produksi nasional untuk modul surya sebesar 445 Mega Watt peak (MWp). Padahal, peluang pengembangan industri fotovoltaik cukup tinggi karena posisi geografis Indonesia terletak di garis katulistiwa sehingga memiliki potensi energi surya yang besar hingga mencapai 532,6 Giga Watt peak (GWp).

Halaman:
Reporter: Michael Reily