KATADATA ? Setelah pembubaran Petral Group dan maraknya isu mafia minyak dan gas bumi (migas) ada wacana pembentukan tim pengawas independen di PT Pertamina (Persero). Tim ini nantinya akan membantu direksi melakukan upaya pemberantasan mafia migas.

Wakil Ketua Komisi VII DPR Satya Widhya Yudha menyatakan mendukung upaya pembentukan tim pengawas independen di Pertamina. Bahkan, dia mengusulkan tim ini tidak hanya mengurusi soal Petral, tapi semua kegiatan Pertamina.

Pembentukan tim ini harus secara permanen, bukan hanya sementara hingga Petral benar-benar bubar. "Kalau ada tim independen, jangan hanya mengurusi Petral, tapi mengawasi secara keseluruhan," kata dia kepada Katadata, Senin (25/5).

Harapannya, tim ini bisa melekat di Pertamina sebagai upaya penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Secara komposisi dia juga ingin tim independen tersebut terdiri dari internal dan eksternal. Dengan begitu tidak ada beban untuk menjalankan tugasnya.

Tim independen ini harus memiliki akses dan tanggung jawab tidak hanya kepada dewan direksi, melainkan hingga ke level dewan komisaris. "Yang penting akses ada akses dan tanggung jawab ke Komisaris. Kalau cuma direksi nanti nggak bisa mengawasi direksi," ujar dia.

Berbeda dengan Satya, pengamat energi dari Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengatakan tidak perlu lagi ada pembentukan tim independen. Sebaiknya Pertamina mengoptimalkan lembaga formal yang sudah ada, ketimbang membentuk lembaga baru.

"Kan sudah ada Komisaris dan dua Kementerian teknis yakni Kementerian ESDM dan BUMN yang bisa mengawasi. Optimalkan saja yang sudah ada," ujar dia.

Pembentukan tim independen ini dianggap hanya akan menghambur-hamburkan uang negara. Padahal anggaran tersebut merupakan uang negara dari hasil pajak masyarakat, yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat.  

Dia menyebut fungsi institusi baru untuk mencari mafia migas, akan sia-sia dilakukan. Karena belum jelas juga seperti apa definisi mafia migas tersebut.

Berkaca dari pembentukan Tim Reformasi Tata Kelola Migas, jika tim ini difungsikan untuk mencari mafia migas, kata dia, tidak akan optimal. Selain tidak memiliki akses untuk mencari informasi, Tim Reformasi juga hanya bisa memberikan rekomendasi.

"Agak sulit kalau pantau mafia. Kayak perang-perangan, nggak jelas perang sama siapa," kata dia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Arnold Sirait