Tingkatkan Hasil Produksi, Program EA PLN Makin Diminati

PLN
Penulis: Shabrina Paramacitra - Tim Publikasi Katadata
14/10/2023, 19.28 WIB

Program eletrifikasi pertanian atau electrifying agriculture (EA) makin diminati pelaku usaha pertanian, perkebunan, dan peternakan. Hingga kuartal III 2023, jumlah pelanggan EA telah mencapai 230.555 pelanggan, atau tumbuh 22 persen dibanding kuartal III 2022.

Total daya EA yang tersambung per kuartal III 2023 mencapai 3.561 megavolts ampere (MVA), meningkat 14 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, total konsumsi listrik EA pada kuartal III 2023 mencapai 4,1 terra-watt hour (TWh), atau meningkat 8,5 persen secara year-on-year.

Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Darmawan Prasodjo mengatakan, EA membantu peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya operasional usaha. “Selain itu juga listrik lebih rendah emisi dibanding BBM, sehingga lebih ramah lingkungan,” ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (14/10).

Happy Syaifullah, petani jeruk di Desa Bolo, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim), adalah salah satu pelanggan EA PLN. Ia memanfaatkan listrik untuk pengairan kebun. Hasilnya, biaya produksi bisa ditekan hingga 30 persen. Jumlah tersebut didapat berkat penghematan biaya BBM untuk penggunaan genset.

“Sehari pakai pompa air dengan diesel memerlukan 10 liter BBM, mengeluarkan Rp68 ribu. Sementara, untuk listrik hanya memerlukan 20 kWh per hari, atau sekitar Rp20 ribu saja,” jelas Happy.

Tak hanya itu, hasil panen pun meningkat. Sebab, pengairan kebun yang lancar membuat pohon tumbuh sehat dan menghasilkan buah yang melimpah. “Saat ini kami bisa memanen 200 ton jeruk setiap bulan untuk luas lahan 40 hektare,” kata Happy.

Hal serupa diungkapkan Didik, Manager Produksi PT Niki Tunggal di Kabupaten Lumajang, Jatim. Didik merasakan produktivitas budi daya ayam meningkat 20 persen sejak menggunakan listrik untuk produksi telur.

Setelah 12 minggu pemeliharaan dalam kandang berlistrik, 1.000 ekor ayam petelur bisa menghasilkan 10 ribu telur. Sebelumnya, jumlah ayam yang sama hanya mampu menghasilkan 8 ribu telur jika perusahaan tidak menggunakan listrik. Biaya produksi pun turun 15 persen.

“Kelebihan lainnya, panas dari listrik ini sangat optimal untuk menjaga suhu dan kelembaban kandang ayam. Terlebih, kami juga menyediakan pakan dan air secara otomatis menggunakan listrik,” papar Didik.