ESDM: Nasib Rosneft di Proyek Kilang Tuban akan Diputuskan Setelah FID

123rf.com/Supakit Poroon
Ilustrasi kilang minyak.
Penulis: Mela Syaharani
13/2/2024, 12.31 WIB

Pemerintah hingga saat ini belum mendapatkan kabar lanjutan mengenai penggantian Rosneft dalam proyek Grass Root Refinery (GRR) atau Kilang Tuban.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan kelanjutan Rosneft dalam proyek ini akan diketahui setelah keputusan akhir investasi (FID) pada Maret mendatang.

“Belum ada informasi ke saya. Setelah FID nanti kami lihat apakah kerja samanya akan diteruskan atau tidak,” kata Tutuka saat ditemui di Kementerian ESDM dikutip Selasa (13/2).

Kilang Tuban merupakan proyek kerja sama antara Pertamina dengan perusahaan Rusia, Rosneft. Pertamina dan Rosneft bahkan telah menandatangani kontrak desain Kilang Tuban dengan kontraktor terpilih pada Oktober 2019.

Pengelola proyek ini yaitu Kilang Pertamina Internasional bersama Rosneft, perusahaan migas asal Rusia. Pada proyek ini Pertamina menguasai saham 55%, sementara Rosneft 45%. Kedua perusahaan kemudian mendirikan sebuah perusahaan bernama PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) pada November 2017.

Untuk diketahui, Kilang Tuban yang terletak di Jawa Timur ini mengalami masalah pendanaan sebab Rosneft selaku investor dalam proyek tersebut terdampak sanksi dari Uni Eropa kepada Rusia atas perang di Ukraina.

Mengenai kelanjutan proyek ini dan potensi pergantian calon partner Pertamina pada Kilang Tuban, Tutuka menyebut hal ini masih dalam pembahasan. “Masih dalam taraf internal mereka. Masih jauh lah kalau mengatakan tidak ada penggantinya,” ujar Tutuka.

Sebelumnya, PT Pertamina Kilang Internasional (KPI) mengatakan belum ada pergantian mitra pada proyek Kilang Tuban. Corporate Secretary KPI Hermansyah C. Nasroen menyebut perusahaan masih bekerja sama dengan perusahaan minyak dan gas (migas) asal Rusia, Rosneft.

“Pertamina melalui anak usaha KPI, yaitu Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) saat ini masih bersama Rosneft untuk pelaksanaan proyek GRR Tuban,” kata Hermansyah saat dihubungi Katadata.co.id pada Selasa (6/2).

Sebagai informasi, pada November 2023 PT KPI mengatakan FID proyek GRR atau Kilang Tuban akan terlaksana pada Maret 2024. “Untuk FID saat ini masih dalam progress,” ujar Hermansyah.

Untuk diketahui, Menteri ESDM Arifin Tasrif pada 2023 mengatakan masih menunggu jawaban terkait kelanjutan posisi Rosneft di Kilang Tuban. “Kalau Rosneft tau sendiri, sulit. Tapi saya sudah berbicara dengan dubes Rusia untuk komunikasi dengan Rosneft,” kata Arifin beberapa waktu lalu, Jumat (3/11/2023).

Arifin menjelaskan dalam pertemuannya dengan kedutaan besar Rusia membahas seberapa besar kemungkinan bagi Rosneft untuk tetap menjadi bagian dari proyek Kilang Tuban. “Masih bisa nggak? Kalau gak kami cari pengganti,” ucapnya.

Reporter: Mela Syaharani