Kelangkaan BBM di Bengkulu Meluas, Gubernur Minta Pertamina Tambah Pasokan

ANTARA FOTO/Muhammad Izfaldi/YU
Sejumlah warga menunggu kedatangan BBM di depan salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Bengkulu, Bengkulu, Minggu (25/5/2025). Warga di Provinsi tersebut mengalami kelangkaan BBM sejak satu pekan terakhir akibat gangguan distribusi BBM ke daerah tersebut.
Penulis: Sorta Tobing
26/5/2025, 16.01 WIB

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan meminta Pertamina menerapkan empat langkah strategis mengatasi kelangkaan bahan bakar minyak di Provinsi Bengkulu.

Langkah pertama, ia mendorong PT Pertamina Patra Niaga menambah  kuota BBM, baik yang subsidi maupun nonsubsidi, di setiap stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU yang ada di kota dan kabupaten Bengkulu. 

Kemudian, Pertamina  diminta melaporkan setiap kali menyuplai BBM dan extra droping ke masing-masing SPBU kepada pemerintah daerah. Gubernur juga meminta Pertamina  agar menerbitkan surat imbauan atau surat edaran ke seluruh SPBU untuk melakukan pengaturan bagi kendaraan yang akan mengisi BBM.

"Untuk kendaraan roda empat maksimal 25 liter dan roda dua maksimal 5 liter per hari, serta melarang pengisian berulang-ulang untuk nomor plat kendaraan bermotor yang sama," kata Helmi dalam konferensi persnya di Bengkulu, Senin (26/5).

Langkah strategis keempat, menerbitkan surat imbauan atau surat edaran seluruh SPBU untuk melakukan pembatasan/pengaturan ulang jam operasional pada malam hari. 

Dalam beberapa hari terakhir, Bengkulu  mengalami kelangkaan BBM. Bahkan, harga di tingkat pengecer melonjak tinggi hingga Rp 30 ribu per liter.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antara