PGN Pastikan Pasokan Gas untuk Jawa Barat dan Sumatra Berangsur Stabil

ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/nz
Ilustrasi penyaluran gas PGN
18/8/2025, 14.04 WIB

Sekretaris Perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Fajriyah Usman, memastikan tekanan gas di jaringan pipa kini berangsur stabil. Sebelumnya, pasokan gas pipa Pertamina yang mengalir ke Jawa Barat dan sebagian wilayah Sumatra sempat terganggu. 

Kondisi itu pulih berkat tambahan pasokan gas untuk mengisi cadangan dalam jaringan pipa. “Kepastian tambahan pasokan lainnya juga telah dikonfirmasi dan akan dimanfaatkan untuk meningkatkan keandalan operasional dalam menjaga kestabilan pasokan gas,” kata Fajriah dalam siaran pers, dikutip Senin (18/8).

Fajriah menyebut PGN selalu mengupayakan ketersediaan pasokan gas bumi demi mendukung kelangsungan operasional seluruh pelanggan, khususnya sektor industri, yang memiliki multiplier effect terhadap perekonomian nasional.

Adapun volume gas turun akibat kebakaran di Gas Line CO2 Removal yang berada di Stasiun Pengumpul Desa Cidahu, Pagaden Barat, Subang, Jawa Barat, milik PT Pertamina EP. Insiden ini menyebabkan pasokan gas sempat dihentikan sementara.

Selain itu, perbaikan infrastruktur di Medco juga membatasi aliran gas, sehingga distribusi hanya bisa dilakukan dari cadangan yang tersisa di jaringan pipa.

Pasokan Gas Perusahaan Terganggu

Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arief mengatakan terganggunya pasokan gas dapat berdampak bagi industri manufaktur.

Kemenperin mencatat, utilisasi industri keramik nasional pada semester I-2025 hanya mampu bertahan di kisaran 70–71%.

“Kalau pasokan gas terus terganggu, capaian ini bisa tergerus, termasuk industri pupuk yang menopang program swasembada pangan Presiden Prabowo,” ujar Febri.

Hal yang sama diungkapkan sekretaris perusahaan PT Cikarang Listrindo, Rani Maheswari Miraza. “Kondisi ini berdampak pada pasokan gas bumi ke seluruh pelanggan PEP Jawa Bagian Barat, yang di antaranya adalah PT Cikarang Listrindo Tbk,” katanya, Kamis (14/8).

Cikarang Listrindo mendapatkan pasokan gas dari PEP dan PGN berdasarkan kontrak pasokan gas yang berlaku masing-masing hingga Desember 2029 dan Maret 2035.

Pada 10 Agustus, Rani menyebut bahwa perusahaannya menerima informasi resmi dari PGN mengenai penurunan tekanan penyaluran gas. Kemudian, pada 13 Agustus 2025, PGN kembali mengirimkan pemberitahuan terkait masalah tekanan kritis di jaringan gas Sumatra Selatan dan Jawa Barat.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.