Bahlil: Pemerintah Belum Berencana Menaikkan Harga BBM Subsidi

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers terkait perjanjian perdagangan timbal balik (ART) Indonesia-AS di bidang ESDM di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2/2026).
26/3/2026, 17.45 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Indonesia. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan di Hambalang, Jawa Barat, Rabu (25/3). 

“Sampai dengan semalam arahan Bapak Presiden untuk mencari akal bagaimana agar kita jangan memberatkan rakyat,” kata Bahlil dalam rekaman konferensi pers di Karanganyar, Jawa Tengah yang diterima Katadata dari Kementerian ESDM, Kamis (26/3).

Indonesia saat ini memiliki tiga jenis BBM yang disubsidi baik itu dianggarkan melalui APBN langsung atau skema kompensasi yang dibayarkan kepada Pertamina. Tiga BBM tersebut yakni Solar, minyak tanah (kerosene), dan Pertalite.

“Untuk BBM subsidi, saat ini saya dengan Menteri Keuangan terus mencari solusi terbaik. Sekalipun (dalam kondisi) krisis, tapi kami tetap memperhatikan keadaan rakyat,” ujarnya.

Selain itu Bahlil meminta masyarakat Indonesia agar bisa menggunakan energi dengan bijak, sesuai kebutuhan di tengah kondisi dunia yang sedang menghadapi krisis energi global.

Klaim Stok Aman

Bahlil mengklaim kondisi pasokan BBM dan liquified petroleum gas (LPG) terpenuhi dengan baik. Dia menyebut pemerintah akan menjaga pasokan, cadangan, dan harga energi di Indonesia. 

“Sekalipun hampir seluruh dunia kena (dampak perang), tapi hari ini BBM baik bensin, solar, LPG terpenuhi baik,” kata Bahlil dalam kesempatan yang sama.

Sejumlah negara sudah mulai menaikkan harga BBM imbas perang Timur Tengah yang menghambat pasokan energi dari Teluk Persia ke pasar global. Negara tetangga Indonesia yakni Filipina sudah mengumumkan kondisi darurat energi pada Selasa (24/3).

Meski pasokan dipenuhi dengan baik, namun menurutnya kondisi geopolitik saat ini tidak bisa diramalkan oleh satu orang pun. Dia berharap perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran bisa segera berakhir.

Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Bahlil untuk segera mencari pasokan minyak baru dari seluruh negara. Di saat yang bersamaan, Indonesia juga harus mengoptimalkan semua pasokan energi yang dimiliki di dalam negeri.

“Sekalipun negara lain, negara tetangga sudah mulai masuk keadaan yang tidak diharapkan yakni darurat, kami harus meyakinkan pada rakyat bahwa kami sudah tidak impor Solar, jadi jelas,” ujarnya.

Indonesia saat ini memang masih mengimpor sebagian minyak mentah, impor juga 70% kebutuhan LPG domestik.

“Tapi saya yakinkan Insya Allah kita dalam kondisi baik sampai dengan beberapa hari ke depan,” ucapnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani