Negara-Negara Asia Antre Beli Minyak Rusia, Termasuk Indonesia
Negara-negara di benua Asia seperti Vietnam, Thailand, Filipina, Indonesia, dan Sri Lanka mulai mengantre membeli minyak Rusia. Hal ini terjadi karena perang Timur Tengah menghambat pasokan minyak ke pasar global.
Sejumlah sumber Reuters menyebut antrean ini meningkatkan kemungkinan permintaan minyak Rusia dapat melampaui pasokan.
Rusia telah kehilangan pelanggan dari Eropa sejak perang mereka dengan Ukrania, padahal benua biru tersebut merupakan pelanggan terbesar komoditas migas Rusia. Saat ini, India dan Cina menjadi 80% pelanggan ekspor minyak Rusia, disusul oleh Turki.
Meski begitu, di beberapa pekan terakhir antrean minyak Rusia merambah ke negara-negara di Asia. “Permintaan tinggi utamanya untuk tujuan alternatif. Akibatnya mungkin akan ada saatnya (kami) sulit untuk memenuhi tambahan permintaan,” kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov dikutip dari Reuters Jumat (27/3).
Sekitar seperlima produksi minyak global terhambat masuk ke pasar global akibat perang Amerika Serikat–Israel terhadap Iran. Perang yang terjadi di Timur Tengah ini menghentikan lalu lintas melalui Selat Hormuz.
Kondisi perang menguntungkan Rusia dari tingginya harga minyak dan pembebasan sanksi AS selama 30 hari untuk pembelian minyak mereka melalui jalur laut. Penjualan sektor migas di negara yang dipimpin oleh Vladimir Putin ini menyumbang sekitar seperempat pendapatan.
Meski begitu, saat ini kemampuan Rusia untuk meningkatkan ekspor minyak terbatas. Sebab 40% kapasitas minyak negara itu terkena serangan drone Ukraina.
Filipina Beli Dua Kargo
Negara tetangga Indonesia yakni Filipina telah membeli dua kargo minyak ESPO Blend Rusia dengan total volume 1,5 juta barel. Menurut data LSEG, hal ini menandai dimulainya kembali pembelian minyak Rusia untuk pertama kalinya dalam lima tahun.
Kapal tanker Sara Sky dan Tiger Wings mengirimkan minyak ke pelabuhan Limay, Filipina. Pelabuhan ini merupakan tempat terminal untuk kilang Bataan berada.
Wakil Perdana Menteri Phiphat Ratchakitprakarn mengatakan Thailand juga telah melakukan pembicaraan dengan Rusia terkait potensi pembelian minyak mentah. Sementara itu beberapa media Sri Lanka juga melaporkan adanya pembicaraan terkait pasokan minyak Rusia ke negara tersebut.
Di samping itu Perdana Menteri Vietnam, Pham Minh Chinh, mengunjungi Moskow pekan ini. Dia meminta perusahaan minyak dan gas Rusia Zarubezhneft untuk meningkatkan investasinya di Vietnam serta memasok minyak mentah ke negara Asia Tenggara tersebut dalam jangka panjang.
Indonesia Buka Peluang Impor
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya mengatakan Indonesia membuka peluang impor minyak dari Rusia. “Kenapa tidak? Amerika Serikat saja sekarang sudah membuka (opsi) untuk (minyak) Rusia,” kata Bahlil saat ditemui di kantornya, Selasa (17/3).
Indonesia termasuk sebagai negara pengimpor minyak di dunia. Total kebutuhan dalam negeri saat ini lebih dari 1,5 juta barel per hari (bph). Sementara produksi dalam negeri berkisar 600 ribu bph, sehingga sisa kebutuhan dipenuhi dari impor.
Tak hanya Rusia, menurutnya posisi Indonesia saat ini membuka potensi impor minyak dari seluruh negara yang ada di dunia.
“Yang penting bagi kita sekarang bagaimana ketersediaan barang dan harganya kompetitif,” ujarnya.