Bahlil Sebut Harga Pertamax Bisa Naik Jika Harga Minyak Dunia Terus Meroket
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis bensin seperti Pertamax berpotensi naik, jika harga minyak dunia terus melambung.
“Kalau harga (minyak) begini terus (naik) ya mungkin pasti ada penyesuaian,” kata Bahlil saat ditemui di kantornya, Senin (20/4).
Dia menyebut harga BBM non-subsidi memang akan terus dilakukan penyesuaian harga. Formulasi harga BBM non-subsidi diatur dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai Perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020, yang mengacu kepada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 11 Tahun 2022 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.
Kepmen tersebut mengatur tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.
PT Pertamina (Persero) sebelumnya telah menaikkan harga tiga jenis bahan bakar (BBM) non-subsidi per 18 April 2026. Tiga jenis produk tersebut adalah Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Harga BBM non-subsidi sebelumnya tidak mengalami perubahan sejak 1 Maret hingga 17 April 2026. Harga stagnan di tengah tren harga minyak dunia yang meningkat imbas perang Timur Tengah.
“Tahap pertama mungkin dilakukan (penyesuaian untuk solar non-subsidi) seperti sekarang. Tahap berikutnya nanti kita lihat penyesuaiannya,” ujarnya.
Meski harga BBM non-subsidi berubah, Bahlil memastikan BBM subsidi yakni Pertalite dan Solar harga tetap, tidak mengalami perubahan. Dia menyebut negara masih bisa mempertahankan harga BBM subsidi sampai pada angka rerata minyak mentah Indonesia (ICP) US$ 100 per barel sepanjang tahun.
“Sekarang rata-rata ICP dari Januari hingga hari ini sekitar US$ 76 per barel,” ucapnya.
Bahlil juga berharap tidak terjadi perpindahan pola konsumen yang awalnya membeli BBM non-subsidi menjadi subsidi. Menurutnya, BBM subsidi seharusnya dikonsumsi oleh masyarakat yang berhak.
“(Kalau pindah) itu kita mengambil hak yang berhak, apa tidak malu” katanya.
Tahan Harga BBM Non-Subsidi
Istana Kepresidenan sebelumnya menyatakan pemerintah memutuskan belum akan menaikkan harga BBM subsidi maupun non-subsidi pada 1 April besok.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan keputusan itu diambil setelah berkoordinasi dengan Kementerian ESDM dan PT Pertamina.
“Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan. Oleh karena itu, Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi," kata Prasetyo Hadi melalui keterangannya kepada wartawan, pada Selasa (31/3).
Prasetyo Hadi mengimbau masyarakat untuk tidak panik terkait beredarnya kabar ketersediaan dan isu kenaikan harga BBM mulai April besok. Politisi Partai Gerindra itu mengatakan pemerintah menjamin pasokan BBM tetap aman dan tersedia bagi masyarakat.