Kementerian ESDM Uji Jalan B50 pada Sektor Otomotif hingga Kereta, Ini Hasilnya
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut uji jalan (road test) implementasi bahan bakar biodiesel 50% atau B50 pada sektor otomotif ditargetkan rampung Mei 2026.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan di sektor otomotif terdapat sembilan unit yang dilakukan uji jalan. Pengujian ini dibagi atas dua kategori kendaraan, pertama 4 unit kendaraan dari 4 ATPM uji B50 yang merepresentasikan kendaraan dengan kapasitas kurang dari 3,5 Ton yang diuji jalan sejauh 50.000 kilometer (km).
Kedua, terdapat 5 unit kendaraan dari 4 ATPM uji B50 yang merepresentasikan kendaraan niaga berat dengan kapasitas lebih dari 3,5 Ton, dari jenis truk besar dan bus yang diuji jalan sejauh 40.000 km.
“(Uji jalan) akan selesai Mei ya, semua sektor otomotif, termasuk yang 50.000 km. Setelah itu akan dicek semua mesinnya,” kata Eniya saat ditemui di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50 Lembang, Jawa Barat, Selasa (21/4).
Eniya menyebut 9 kendaraan yang diuji jalan berasal dari pabrikan Jepang dan Eropa. Menurutnya jumlah kendaraan yang diuji untuk B50 lebih banyak dibandingkan saat uji untuk implementasi B40.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, ada empat hasil sementara uji B50 sektor otomotif:
- Hasil pengujian menunjukkan kualitas bahan bakar B50 telah memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan dengan kandungan FAME sekitar 49–50% serta parameter kadar air, monogliserida dan stabilitas oksidasi dalam batas yang dipersyaratkan sesuai rekomendasi Komite Teknis Bioenergi cair.
- Pengujian performa dan konsumsi bahan bakar menunjukkan kinerja kendaraan tetap stabil, dengan konsumsi bahan bakar berada dalam rentang standar pabrikan serta tidak menunjukkan penurunan performa yang signifikan.
- Pengujian emisi menunjukkan parameter karbon monoksida (CO) dan opasitas masih berada di bawah batas yang ditentukan sesuai standar yang berlaku.
- Evaluasi kondisi mesin dan aspek operasional menunjukkan komponen mesin, pelumas, serta sistem bahan bakar tetap dalam kondisi baik dan sesuai dengan rekomendasi pabrikan selama periode pengujian.
Tak hanya otomotif, uji jalan juga dilakukan untuk sektor lain seperti alat berat, pertanian, kereta api, angkutan laut, dan pembangkit listrik. Dia mengatakan untuk sektor pertanian uji dilakukan untuk traktor dua roda, tiga roda, dan empat roda.
Adapun di sektor tambang, dia menyebut ada dua perusahaan yang mengikuti salah satunya PT Harmoni Panca Utama di Samarinda, Kalimantan Timur. Implementasi B50 juga sudah dilakukan langsung di sektor maritim yakni uji layar kapal laut.
Kementerian ESDM menargetkan implementasi awal B50 dimulai pada Juli 2026 sebagai respons terhadap dinamika energi global dan upaya penguatan kemandirian dan ketahanan energi nasional. Masa transisi dari B40 menuju B50 diperkirakan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan.
Tahapan dalam rangka implementasi mencakup penetapan spesifikasi teknis biodiesel dan campuran B50, verifikasi kapasitas produksi biodiesel, serta penyesuaian aspek distribusi dan regulasi dan penetapan perubahan alokasi.
“Uji teknis laboratorium sudah selesai di pertengahan tahun lalu, kami lalu serentak melakukan road test di enam sektor per 9 Desember 2025,” ujarnya.
Eniya menyebut pekan depan pemerintah akan melakukan uji jalan B50 pada kereta api. Terdapat dua rute yang akan dilalui yakni Stasiun Lempuyangan ke Stasiun Pasar Senen dan relasi Stasiun Gambir ke Stasiun Surabaya Pasar Turi.
Nantinya setelah menyelesaikan uji kereta, road test juga akan dilakukan di tempat dingin yakni area Bromo, Jawa Timur.
“Untuk menguji, bisa atau tidak mesinnya dihidupkan di suhu yang dingin,” ucapnya.