ESDM Akan Lakukan Uji Jalan B50 pada Kereta Api Pekan Depan
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan uji jalan (road test) implementasi bahan bakar biodiesel 50% atau B50 pada kereta api akan dilaksanakan pekan depan.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan uji jalan ini dilakukan di beberapa sektor, seperti otomotif, alat berat, pertanian, kereta api, angkutan laut, dan pembangkit listrik.
“Yang kereta minggu depan, dijalankan menggunakan rute dari Stasiun Lempuyangan di Yogyakarta ke Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Itu terus-menerus,” kata Eniya saat ditemui di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50 Lembang, Jawa Barat, Selasa (21/4).
Tak hanya Yogyakarta, uji jalan B50 di kereta juga akan dilakukan pada relasi Stasiun Gambir ke Stasiun Surabaya Pasar Turi.
Nantinya setelah menyelesaikan uji kereta, road test juga akan dilakukan di tempat dingin, yakni area Bromo, Jawa Timur.
“Untuk menguji, bisa atau tidak mesinnya dihidupkan di suhu yang dingin,” ucapnya.
Kementerian ESDM menargetkan implementasi awal B50 dimulai pada Juli 2026 sebagai respons terhadap dinamika energi global dan upaya penguatan kemandirian dan ketahanan energi nasional. Masa transisi dari B40 menuju B50 diperkirakan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan.
Tahapan dalam rangka implementasi mencakup penetapan spesifikasi teknis biodiesel dan campuran B50, verifikasi kapasitas produksi biodiesel, serta penyesuaian aspek distribusi dan regulasi dan penetapan perubahan alokasi.
“Uji teknis laboratorium sudah selesai di pertengahan tahun lalu, kami lalu serentak melakukan road test di enam sektor per 9 Desember 2025,” ujarnya.
Uji Coba untuk Sektor Otomotif
Di sektor otomotif, uji jalan B50 ditargetkan rampung Mei 2026. Eniya mengatakan di sektor ini terdapat sembilan unit yang dilakukan uji jalan.
Pengujian ini dibagi atas dua kategori kendaraan, pertama 4 unit kendaraan dari empat ATPM uji B50 yang merepresentasikan kendaraan dengan kapasitas kurang dari 3,5 Ton yang diuji jalan sejauh 50.000 kilometer (km).
Kedua, terdapat lima unit kendaraan dari 4 ATPM uji B50 yang merepresentasikan kendaraan niaga berat dengan kapasitas lebih dari 3,5 ton, dari jenis truk besar dan bus yang diuji jalan sejauh 40.000 km.
“(Uji jalan) akan selesai Mei ya, semua sektor otomotif, termasuk yang 50.000 km. Setelah itu akan dicek semua mesinnya,” katanya.
Eniya menyebut sembilan kendaraan yang diuji jalan berasal dari pabrikan Jepang dan Eropa. Menurutnya jumlah kendaraan yang diuji untuk B50 lebih banyak dibandingkan saat uji untuk implementasi B40.
Dia mengatakan untuk sektor pertanian uji dilakukan untuk traktor dua roda, tiga roda, dan empat roda.
Adapun di sektor tambang, dia menyebut ada dua perusahaan yang mengikuti salah satunya PT Harmoni Panca Utama di Samarinda, Kalimantan Timur. Implementasi B50 juga sudah dilakukan langsung di sektor maritim yakni uji layar kapal laut.