Rusia Pangkas Produksi Minyak Bulan ini Imbas Serangan Drone Ukraina di Fasilita
Rusia terpaksa menurunkan produksi minyak mereka pada April 2026. Hal tersebut dikarenakan serangan drone Ukraina terhadap pelabuhan, kilang, serta terhentinya pasokan minyak mentah Rusia ke Eropa yang tersisa satu pipa saja.
Berdasarkan sumber Reuters, pemangkasan produksi minyak yang dilakukan Rusia berkisar antara 300 hingga 400 ribu barel minyak per hari (bph) jika dibandingkan dengan rata-rata produksi awal 2026.
Dalam beberapa pekan terakhir, Ukraina melancarkan gelombang serangan drone ke pelabuhan minyak utama Rusia di wilayah barat, memicu kebakaran besar, sekaligus menyerang kilang.
Menurut laporan Reuters, produksi minyak Rusia sebagian besar dihasilkan dari lapangan Siberia Barat. Ladang tersebut merupakan urat nadi ekonomi Rusia senilai US$ 3 triliun, oleh sebab itu penurunan produksi akan mengurangi pendapatan negara pengekspor terbesar kedua di dunia tersebut.
Kendati demikian, potensi kerugian itu bisa tertahan oleh perang Iran yang memicu krisis pasokan dan produksi di pasar minyak global. Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov mengatakan pekan lalu harga tinggi akan membantu mengurangi defisit anggaran.
“Dengan latar belakang serangan berkelanjutan terhadap pelabuhan dan kilang Rusia, akan sulit menyalurkan minyak tanpa memangkas produksi, terutama dengan adanya penghentian operasional untuk perawatan musim semi,” kata salah satu sumber, dikutip dari Reuters, Rabu (22/4).
Produksi minyak Rusia mencapai puncak pada akhir 1980-an, namun anjlok setelah runtuhnya Uni Soviet pada 1991 akibat minimnya investasi. Produksi minyak Rusia pulih pada 2000-an dan 2010-an, mencapai puncak pasca-Soviet pada 2019, tepat sebelum pandemi Covid-19.
Serangan Ukraina ke Fasilitas Minyak Rusia
Ukraina meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia yang menyumbang sekitar seperempat pendapatan anggaran negara. Hal ini bertujuan untuk melemahkan ekonomi perang Rusia.
Menurut kantor berita negara RIA Novosti, Rusia menembak jatuh 11.211 drone Ukraina pada Maret, hampir dua kali lipat dibandingkan Februari.
Drone tersebut berulang kali menghantam pelabuhan Laut Baltik Ust-Luga dan Primorsk, serta pelabuhan Laut Hitam Novorossiysk yang merupakan gerbang utama ekspor minyak Rusia di wilayah barat.
Kilang minyak Rusia juga menjadi sasaran. Pada akhir pekan, Ukraina turut menyerang pelabuhan Vysotsk di Laut Baltik.
Tak hanya itu, aliran melalui pipa Druzhba ke Hungaria dan Slovakia yang melintasi wilayah Ukraina tetap terhenti setelah serangan terhadap infrastruktur pipa pada akhir Januari.
Badan Energi Internasional (IEA) yang berbasis di Paris merevisi proyeksi pasokan minyak Rusia turun sebesar 120.000 barel per hari untuk sisa tahun ini, akibat serangan berkelanjutan terhadap kilang dan infrastruktur pelabuhan.
IEA menyatakan Rusia kemungkinan kesulitan meningkatkan produksi di atas level awal kuartal pertama dalam waktu dekat, mengingat kerusakan pada infrastruktur energi dan pelabuhan.
Menurut IEA, produksi minyak mentah Rusia meningkat pada Maret menjadi 8,96 juta barel per hari. Angka ini naik dari 8,67 juta barel per hari pada Februari.
Sementara itu, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memperkirakan produksi minyak Rusia stabil pada Maret di level 9,17 juta barel per hari.