Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Memanasnya Konflik di Timur Tengah

Vecteezy.com/Fahim Hamim
Ilustrasi kenaikan harga minyak acuan dunia.
Penulis: Mela Syaharani
Editor: Ahmad Islamy
3/6/2026, 10.01 WIB

Harga minyak acuan dunia naik tipis di awal perdagangan pagi ini, Rabu (3/6). Hal itu berlangsung di tengah meningkatnya pesimisme akan prospek kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta kembali memanasnya konflik di Timur Tengah.

Harga minyak Brent naik 1,1% menjadi US$ 97,03 per barel. Sementara West Texas Intermediate naik 1% menjadi US$ 94,71 per barel.

Memanasnya konflik di Timur Tengah ditandai dengan aksi brutal Israel yang terus melanjutkan serangan ke Lebanon. Tindakan zionis itu membahayakan negosiasi panjang dan rapuh antara Washington dan Teheran. Sementara Iran mulai menembakkan kembali rudal ke negara-negara terdekat.

Putaran baru pembicaraan antara Israel dan Lebanon dijadwalkan berlangsung pada Rabu waktu AS. Presiden Donald Trump mengatakan dirinya masih optimistis AS dapat segera mencapai kesepakatan damai sementara dengan Iran. Politikus Partai Republik itu membantah laporan media Pemerintah Iran yang menyebut diskusi dengan Washington ditangguhkan akibat pertempuran di Lebanon.

Kurangnya kejelasan mengenai kemungkinan perpanjangan gencatan senjata saat ini serta masa depan arus pasokan melalui Selat Hormuz telah mengguncang harga minyak. Padahal, harganya sempat turun bulan lalu karena optimisme kesepakatan damai AS-Iran dapat tercapai. 

Tertundanya penyelesaian konflik meningkatkan kekhawatiran bahwa dunia perlu kembali mengandalkan persediaan minyak mentah sambil menunggu ekspor dari Teluk Persia pulih sepenuhnya.

“Kesenjangan antara AS dan Iran menunjukkan kesepakatan yang dapat menormalkan arus pasokan masih cukup jauh. Risiko masih cenderung mengarah ke kenaikan harga, terutama saat mendekati kuartal ketiga, periode dengan permintaan yang secara musiman lebih kuat,” ujar Kepala strategi komoditas ING Groep NV di Singapura, Warren Patterson, dikutip dari Bloomberg, Rabu (3/6).

Di saat yang bersamaan, pertempuran di Timur Tengah semakin meningkat. Iran menembakkan rudal balistik ke Kuwait dan Bahrain yang berhasil dicegat. Sementara pasukan AS melancarkan serangan ke Pulau Qeshm milik republik Islam itu.

Trump menginginkan Iran menuangkan konsesi nuklir tertentu secara tertulis sebagai bagian dari kesepakatan awal untuk mengakhiri perang. Sebelumnya, Teheran telah memberikan jaminan secara lisan bahwa mereka akan menyetujui sejumlah ketentuan terkait program nuklirnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani