Keluar dari Selat Hormuz, Kapal Pertamina Pride Diprediksi Sampai RI 23 Juli
PT Pertamina International Shipping (PIS) mengatakan kapal tanker VLCC Pertamina Pride diproyeksi sampai di Indonesia pada 23 Juli mendatang. Kapal tersebut telah melintasi Selat Hormuz pada Rabu (8/7).
“Kapal Pertamina Pride diperkirakan akan menempuh perjalanan sepanjang 15 hari, dan tiba di Indonesia pada tanggal 23 Juli mendatang,” kata Pjs Corporate Secretary Vega Pita dalam siaran pers, Kamis (9/7).
Vega mengatakan ada dua kapal Pertamina yakni Gamsunoro dan Pertamina Pride yang terjebak di Teluk Arab sejak perang antara Amerika Serikat (AS), Iran, dan Israel. Kapal Gamsunoro telah keluar dari Selat Hormuz pada akhir Juni lalu, kemudian Pertamina Pride menyusul pada Rabu kemarin.
“Artinya, kedua kapal milik PIS yang tertahan sejak Maret lalu kini bisa kembali melanjutkan perjalanan dan beroperasi seperti biasa," ujarnya.
Kapal Pertamina Pride mulai bergerak pada Selasa, 7 Juli 2026 pukul 13.00 waktu Dubai (16.00 WIB) dan berhasil melintasi area kritikal serta Selat Hormuz pada Rabu, 8 Juli 2026 pukul 00.15 WIB. Dia menyebut keberhasilan ini sekaligus menunjukkan bahwa mitigasi risiko dan pemantauan operasional yang dilakukan PIS berjalan efektif dalam menjaga keselamatan pelayaran di tengah dinamika kawasan.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar RI di Tehran, dan seluruh pihak atas dukungannya selama ini," ucapnya.
Vega mengatakan pemilihan waktu dan rute Pertamina Pride untuk melintasi Selat Hormuz telah melalui pembahasan dan penilaian risiko yang sangat ketat dengan mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi. Mulai dari asuransi, aspek teknis dan operasional, keamanan, hingga kesiapan kru, sehingga diputuskan kapal dapat mulai bergerak dari Teluk Arab.
Selama pelayaran, kapal dimonitor selama 24 jam penuh. Awak kapal di laut terus berkoordinasi dengan tim di darat yang bersiaga di crisis center PIS untuk memastikan keamanan pelayaran.
Vega mengatakan seluruh awak kapal Pertamina Pride berada dalam kondisi aman dan selamat. Kapal tanker berkapasitas 2 juta barel minyak mentah ini juga langsung melanjutkan perjalanan menuju Cilacap untuk mengantarkan dan menjaga ketahanan energi nasional.
PIS terus memantau secara intensif terhadap kondisi keamanan di jalur pelayaran internasional serta berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan keselamatan awak kapal, keamanan muatan, dan kelancaran distribusi energi nasional.
"PIS menyampaikan terima kasih atas doa, dukungan, dan perhatian dari seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan sehingga kedua kapal, Gamsunoro dan Pertamina Pride dapat berlayar keluar dari Selat Hormuz," katanya.