Dorong Gasifikasi Batu Bara, Danantara Gandeng Latitude Energy dari AS
Danantara Indonesia melalui PT Danantara Development Management Fund menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS) Latitude Energy. Kedua perusahaan akan menjajaki peluang pengembangan proyek gasifikasi batu bara di Indonesia.
Latitude Energy membawa teknologi Transport Integrated Gasification (TRIG), teknologi gasifikasi batu bara canggih yang mampu mengubah batu bara menjadi gas sintetis. Dengan memproduksi gas sintetis di dalam negeri, Indonesia berpeluang mengurangi ketergantungan pada impor sekaligus menciptakan peluang baru bagi pengembangan industri nasional.
"Hubungan perdagangan dan investasi antara Amerika Serikat dan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Teknologi energi maju AS dapat mendukung ketahanan energi, pertumbuhan industry, serta kemakmuran ekonomi jangka panjang bagi kedua negara," ujar Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar AS di Jakarta, Joy M. Sakurai, dalam siaran pers, akhir pekan lalu.
Chief Executive Officer (CEO) PT Danantara Development Management Fund Sigit P Santosa mengatakan, kemitraan ini mendukung strategi pemerintah Indonesia yang lebih luas dalam mewujudkan kemandirian energi melalui pemanfaatan batu bara berkalori rendah. Indonesia sebagai salah satu produsen batu bara terbesar di dunia memiliki potensi besar untuk mengoptimalkan sumber daya batu bara melalui teknologi konversi canggih yang dapat mendukung kebutuhan energi dalam negeri.
Tawarkan Kemitraan Jangka Panjang
Latitude Energy menawarkan kemitraan jangka panjang kepada Danantara dengan dukungan manajemen, keahlian teknis, dan fokus investasi yang dibutuhkan untuk membangun platform gasifikasi batu bara yang dapat dikembangkan dalam skala yang lebih besar. Perusahaan AS itu memandang Indonesia bukan hanya sebagai pasar pertama, tetapi juga sebagai titik awal pengembangan proyek-proyek gasifikasi batu bara di kawasan Asia Tenggara.
Jacob Thomas, President & Chief Executive Officer Latitude Energy Holdings Inc menilai kesepakatan ini merupakan tonggak penting dalam kemitraan kami dengan Danantara untuk memajukan ketahanan energi dan pengembangan industri Indonesia.
"Dengan menggabungkan sumber daya domestik Indonesia yang melimpah dengan teknologi TRIG™ milik Latitude, teknologi gasifikasi batu bara paling maju di dunia, kami berkomitmen menghadirkan teknologi unggulan Amerika Serikat ke Indonesia, mengembangkan kapasitas lokal, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi industri hilir Indonesia. Kemitraan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kedaulatan energi Indonesia,” ujar Jacob Thomas.
Penandatanganan MoU antara Latitude Energy dan Danantara mencerminkan kepemimpinan sektor swasta AS sekaligus mempertegas eratnya hubungan antara AS dan Indonesia. Kesepakatan ini menunjukkan komitmen bersama kedua negara dalam memperkuat ketahanan energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Kerja sama ini juga menegaskan kontribusi teknologi dan keahlian AS dalam mendukung masa depan industri Indonesia dan kawasan Indo-Pasifik.