Listrik Kalimantan Padam Sejak Juni, Prabowo Minta Bahlil Segera Atasi

ANTARA FOTO/Auliya Rahman/agr
Warga membeli minuman saat terjadi pemadaman listrik bergilir di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (7/1/2026).
4/8/2026, 19.41 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Presiden Prabowo Subianto memerintahkannya untuk segera menangani persoalan pemadaman listrik yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan.

Bahlil mengatakan sejauh ini masih terdapat pemadaman listrik di beberapa titik di Kalimantan. Ia menargetkan penyelesaian gangguan listrik itu dapat teratasi dalam waktu dekat.

“Kami harus akui di beberapa wilayah, khususnya di Kalimantan, masih ada pemadaman beberapa titik. Karena itu Bapak Presiden memerintahkan kepada saya untuk segera melakukan langkah-langkah yang terukur dengan PLN agar bisa menyelesaikan dengan baik,” kata Bahlil setelah pertemuan dengan Prabowo di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (4/8).

Ketua Umum Partai Golkar itu menyatakan pemadaman listrik di Kalimantan terjadi karena kekurangan kegiatan pemeliharaan pada sejumlah fasilitas kelistrikan PLN. Selain itu, gangguan pada jaringan induk juga menjadi faktor yang menyebabkan pemadaman listrik di beberapa wilayah.

“Jadi ada pemeliharaan. Bahkan ada beberapa, konon cerita, dari PLN terkait dengan jaringan induk juga. Tapi kami akan selesaikan dalam waktu dekat,” ujar Bahlil.

Pemadaman Listrik Sejak Juni

Ombudsman Kalimantan Selatan sebelumnya telah meminta klarifikasi kepada PT PLN UP3 Banjarmasin terkait banyaknya laporan masyarakat mengenai pemadaman listrik bergilir dalam beberapa waktu terakhir.

Ombudsman turut menggelar pertemuan dengan PT PLN ULP Lambung Mangkurat, PT PLN ULP Ahmad Yani, serta PT PLN ULP Banjarbaru di Kantor Ombudsman RI Kalsel, pada 30 Juli lalu.

Kepala Perwakilan Ombudsman Kalimantan Selatan, Hadi Rahman, mengatakan sebagian besar laporan berasal dari masyarakat di Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Barito Kuala.

Warga mengeluhkan meningkatnya frekuensi pemadaman listrik sejak Juni 2026 yang terjadi hampir setiap hari dengan durasi rata-rata empat hingga lima jam.

Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan pemadaman yang kerap terjadi tanpa pemberitahuan atau disertai informasi yang dinilai tidak akurat antara media sosial dan kanal resmi PLN.

Hadi menambahkan, sejumlah warga telah menyampaikan pengaduan melalui aplikasi PLN Mobile. Namun, menurut laporan yang diterima Ombudsman, pengaduan tersebut belum memperoleh tindak lanjut yang memadai sehingga persoalan pemadaman terus berulang tanpa penjelasan yang spesifik mengenai penyebab maupun langkah penanganannya.

Akibat kondisi tersebut, masyarakat mengaku mengalami berbagai kerugian, mulai dari kerusakan peralatan elektronik rumah tangga hingga terganggunya aktivitas ekonomi dan kebutuhan sehari-hari, termasuk perawatan bayi serta anggota keluarga yang sedang sakit.

Menanggapi permintaan klarifikasi tersebut, pihak PLN menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terjadinya pemadaman bergilir. PLN menjelaskan, gangguan pasokan listrik disebabkan oleh kendala teknis pada pembangkit Tanjung Power Indonesia dan SKS Listrik Kalimantan, serta pekerjaan pemeliharaan di PLTU Asam-Asam.

PLN menyampaikan proses pemulihan di Tanjung Power Indonesia telah selesai. Sementara itu, pemulihan di SKS Listrik Kalimantan ditargetkan rampung pada 5 Agustus 2026 dan pemeliharaan PLTU Asam-Asam ditargetkan selesai pada 29 Agustus 2026.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu