AS Siapkan 10.000 Pasukan Tambahan ke Timur Tengah, Harga Minyak Dunia Naik Lagi

Mela Syaharani
2 Oktober 2026, 09:26
as, iran, timur tengah, harga minyak,
Reuters
Kapal tanker berlayar di Teluk, dekat Selat Hormuz, seperti terlihat dari bagian utara Ras al-Khaimah, dekat perbatasan dengan pemerintahan Musandam Oman, di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Uni Emirat Arab, pada 11 Maret 2026.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Harga minyak kembali naik ke US$ 102 per barel pada Jumat (2/10) imbas Amerika Serikat (AS) yang berencana mengirim kelompok kapal induk lainnya ke Timur Tengah. Langkah ini berpotensi meningkatkan eskalasi perang dengan Iran dan mengancam pemulihan arus energi.

Harga Brent naik 0,4% menjadi US$ 102,77 per barel pada pukul 09.00 waktu Singapura. Sementara itu harga minyak West Texas Intermediate naik 0,3% menjadi US$93,17 per barel.

Seorang pejabat AS mengatakan Pentagon berpotensi mengerahkan satu kapal induk tambahan, serta 10.000 pelaut dan marinir ke Teluk Persia. Langkah ini akan memberikan lebih banyak opsi jika Presiden Donald Trump memilih untuk meningkatkan serangan terhadap Iran.

Dalam sepekan, harga kontrak minyak Brent bergerak fluktuatif karena para pedagang mempertimbangkan kondisi arus minyak dari Timur Tengah di tengah risiko eskalasi. Harga Brent masih hampir 70% lebih tinggi sepanjang tahun ini karena perang AS-Iran memasuki bulan kedelapan, dengan sedikit kemajuan menuju penyelesaian diplomatik.

“Pasar minyak sangat rentan terhadap lonjakan harga lainnya, dengan persediaan berada pada level rendah setelah penurunan selama enam bulan. Investor semakin khawatir Iran akan merespons peningkatan kekuatan militer tersebut dengan menyerang aset AS dan infrastruktur energi di kawasan,” kata analis ANZ Group Holdings Ltd. Brian Martin dan Daniel Hynes dikutip dari Bloomberg, Jumat (2/10).

Selain itu, UK Maritime Trade Operations mengatakan telah menerima laporan bahwa sebuah kapal tanker terkena proyektil yang tidak diketahui saat melintasi Selat Hormuz. Hingga saat ini tingkat kerusakan dan dampak lingkungan yang ditimbulkan masih belum diketahui.

Sementara itu, militer AS dalam beberapa pekan terakhir mengirim dua baterai rudal Patriot tambahan untuk melindungi fasilitas minyak dan gas alam di Arab Saudi dan Qatar.

Ketegangan yang kembali meningkat ini terjadi ketika kekhawatiran mengenai pasokan dari Timur Tengah mulai mereda. Para analis Wall Street mengatakan pada awal pekan ini, bahwa arus minyak dari kawasan tersebut mendekati level sebelum perang, meskipun pasokan bahan bakar belum pulih dalam tingkat yang sama.

Di sisi lain, Iran tampaknya tidak memuat minyak mentah ke kapal tanker sepanjang September, tanda terbaru bahwa blokade angkatan laut AS memutus akses Republik Islam tersebut ke pasar energi.

Untuk mengatasi ketatnya pasokan bahan bakar, pemerintahan Trump menekan Uni Eropa untuk melepaskan cadangan diesel yang dapat membantu mencegah pembatasan ekspor dari AS. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mendesak mitra-mitra Eropa untuk membantu mengurangi kelangkaan pasokan global.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...