Warga Makassar Antre BBM Sejak Subuh karena Langka, Sudah Terjadi Dua Bulan
Sejumlah warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan, rela mengantre sejak Kamis subuh, menunggu pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan didistribusi PT Pertamina Patra Niaga pada sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Mereka khawatir tidak kebagian bensin karena tergolong langka selama dua bulan.
"Saya memang sejak subuh rela menunggu antre bensin di SPBU Manggala, jangan sampai habis lagi. Antreannya sangat panjang," ucap Heru menuturkan usai berjuang mendapatkan bensin di SPBU Manggala, Makassar, Kamis (10/9) seperti dikutip dari Antara.
Dari pantauan lain di dua SPBU Jalan Letnan Jenderal Hertasning dan Aroepala (eks Letjen Hertasning) sejak pagi buta, sudah terlihat masyarakat berkumpul menunggu pasokan BBM. Mereka menunggu tanpa kejelasan ketersediaan bahan bakar itu.
"Bensinnya sudah habis. Belum masuk (jatah BBM) pak, katanya sementara pengiriman. Memang sudah pesan sejak kemarin, tapi belum datang, belum tahu kapan masuk. Sekarang bisa dicek di aplikasi, tapi belum ada respons dari Pertamina," tutur Wawan, pegawai SPBU nomor 74.902.50 Jalan Aroepala.
Ia juga menunjukkan aplikasi alur distribusi stok BBM yang dipasok dari Integrated Terminal Makassar (eks Terminal BBM) di Jalan Nusantara. Terlihat belum ada tanda-tanda pengiriman waktunya. "SPBU hanya menjual BBM pak, kami tidak tahu kapan datang (pasokannya)," ucapnya singkat.
Sementara itu, sejumlah SPBU di beberapa tempat dijaga aparat kepolisian serta petugas Dinas Perhubungan. Mereka mengatur kendaraan roda empat yang sudah parkir di badan jalan sejak malam untuk antre lebih pagi. Antreannya sangat panjang hingga menimbulkan kemacetan parah.
"Sampai kapan begini terus, masyarakat terus-terus kesulitan bahan bakar. Bukan hanya bensin subsidi yang antre, BBM non subsidi juga sama. Pertamina harus menjelaskan permasalahan sebenarnya kepada publik," tutur Usman pria paruh baya berprofesi sebagai supir itu.
Takhanya itu, BBM non subsidi juga kehabisan di SPBU. Pom mini tak resmi juga bahkan dipenuhi antrean padat pembeli bensin.
Sebelumnya, Pimpinan DPRD Sulsel mendatangi Kantor PT Pertamina Regional Sulawesi di Jalan Garuda untuk bertemu direksi guna mengetahui duduk persoalan yang menjadi penyebab fenomena antrean panjang di semua SPBU wilayah Sulsel sejak dua bulan terakhir.
"Banyak aspirasi yang masuk kepada kami, antrean panjang di SPBU hingga memacetkan jalan. Kami minta bukan jawaban atau pun penjelasan, tetap apa langkah konkret Pertamina mengatasi kejadian ini dan apa yang kini dihadapi masyarakat," ucap Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi menekankan dalam pertemuan itu.
Respons Pertamina
Sementara, Sales Area Manager Retail Sulselbar PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Rainier Axel Siegfried Parlindungan Gultom merespons hal itu ditengarai oleh banyak faktor dan tingginya permintaan sehingga terjadi hal demikian. Selain itu, adanya faktor panic buying (pembelian panik).
"Kenaikan demand (permintaan) dari sektor-sektor pariwisata, logistik, dan itu juga memiliki peranan yang cukup besar. Stok selalu kami suplai ke SPBU, tidak pernah putus setiap hari, tetapi antrean terus saja terjadi," katanya.
Pihaknya mengakui, perilaku konsumen yang tidak bisa dikontrol dan konsumen terpancing dengan informasi atau berita hoaks. "Berita-berita yang beredar sepertinya akan ada kenaikan harga BBM, akan ada kenaikan harga elpiji, itu tidak benar," katanya beralasan.