Bahlil: Pertamina Ikut Andil dalam Investasi Danantara di Perusahaan Migas AS

ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/bar
Petugas melakukan proses pemuatan BBM jenis Avtur ke kapal tanker PIS Cinta di dermaga Kilang Pertamina Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (29/1/2026).
Penulis: Mela Syaharani
8/10/2026, 12.41 WIB

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengatakan Pertamina akan ikut andil dalam investasi Danantara pada perusahaan migas Amerika Serikat (AS).

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia, melalui Danantara Investment Management (DIM) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mulai masuk ke industri hulu minyak dan gas bumi (migas) Amerika Serikat. Keduanya berinvestasi di HighPeak Energy Inc, perusahaan migas yang beroperasi di Permian Basin, salah satu wilayah penghasil minyak terbesar di Amerika Serikat.

“Saya pikir itu aksi korporasi yang mungkin dilakukan Pertamina. (Mereka) itu kan berada di bawah Danantara,” kata Bahlil saat ditemui di Jakarta, Rabu (7/10).

Investasi di HighPeak Energy

Danantara akan mengucurkan investasi US$ 250 juta atau Rp 4,5 triliun (kurs Rp 18.000 per dolar AS). Transaksi ini dilakukan melalui penerbitan saham preferen konvertibel dalam beberapa tahap.

Adapun HighPeak Energy merupakan perusahaan berbasis di Texas yang tercatat di Nasdaq dengan kapitalisasi pasar sekitar US$ 1 miliar. Perusahaan tersebut bergerak di bidang akuisisi, pengembangan, eksplorasi, serta eksploitasi minyak dan gas bumi di Permian Basin.

Bahlil menyambut baik investasi ini selama mendatangkan hal baik bagi Indonesia. “Bagi saya selama itu ekonomis, baik, dan bisa (dimanfaatkan untuk) menyuplai kebutuhan domestik, saya pikir enggak ada masalah,” ujarnya.

Investasi Danantara dilakukan melalui penerbitan saham preferen konvertibel atau convertible preferred stocks dalam beberapa tahap. Melalui transaksi ini, DIM mendapatkan akses strategis terhadap portofolio aset yang didominasi minyak di Permian Basin, wilayah penghasil minyak terbesar di AS Investasi itu sekaligus memperluas portofolio energi Indonesia ke pasar global.

HighPeak akan menggunakan dana investasi untuk memperkuat struktur permodalan dan fleksibilitas keuangan perusahaan. Dana tersebut juga akan mendukung pengembangan serta pertumbuhan portofolio aset perusahaan. 

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Investment Management Pandu Sjahrir mengatakan investasi tersebut sejalan dengan mandat DIM untuk berinvestasi di sektor strategis yang memberikan imbal hasil berkelanjutan dalam jangka panjang sekaligus mendukung kepentingan nasional Indonesia.

Pandu mengatakan posisi strategis HighPeak di salah satu pasar hulu minyak dan gas bumi paling maju di dunia. Menurutnya, investasi tersebut sebagai peluang potensial bagi DIM. Investasi ini juga menjadi bagian dari upaya Danantara membangun platform investasi yang terdiversifikasi secara global. 

“Kami berharap kerja sama ini dapat memfasilitasi transfer pengetahuan yang mendukung pengembangan sektor energi Indonesia, sekaligus memperkuat hubungan energi dan ekonomi yang telah lama terjalin antara Indonesia dan AS,” kata Pandu dalam keterangan resmi yang dikutip, Selasa (6/10). 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani