Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa terdapat 11 isu utama yang perlu diperbaiki pada sektor hulu migas Indonesia.
SKK Migas melaporkan proyek FPSO (Floating Storage Production and Offloading) Marlin Natuna akan memasuki proses commissioning dan siap mendukung proyek migas Forel Bronang.
Eni dilaporkan akan menjual aset hulu migas globalnya dengan nilai total US$ 4,3 miliar atau sekitar Rp 70 triliun. Aset Eni di Indonesia menjadi target potensial penjualan, berikut daftar proyeknya.
Perusahaan migas Italia, Eni, menyiapkan investasi senilai Rp 240 triliun untuk menggarap proyek migas laut dalam, Indonesia Deepwater Development (IDD) di Kutai Basin, Kalimantan Timur.
SKK Migas menargetkan investasi migas tahun ini mencapai US$ 17,7 miliar, naik 29% dibandingkan 2023 US$ 13,7 miliar. Sekitar 40% target tersebut akan dipenuhi dari KKKS asing seperti Eni, Exxon, BP.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengungkapkan bahwa tak tercapainya target investasi migas pada 2023 disebabkan beberapa kendala, salah satunya banjir yang menghambat aktivitas pengeboran.
Kementerian ESDM mengumumkan Petronas Carigali North Madura II Ltd sebagai pemenang penawaran lelang WK migas Bobara yang berlokasi di offshore Papua dengan total komitmen investasi US$ 16,92 juta.
ENI akan berinvestasi US$ 16 miliar atau lebih dari Rp 250 triliun di Indonesia. Investasi tersebut untuk pengembangan proyek untuk menambah produksi gas dan sejumlah proyek migas lainnya.
Dosen Universitas Pertamina A. Rinto Pudyantoro menyebutkan ada 12 risiko bisnis investasi migas. Dia menilai pemerintah hanya menguasai satu yakni terkait risiko fiskal.
Investasi hulu migas pada 2023 mencapai rekor tertinggi dalam delapan tahun terakhir atau sejak 2018, dengan torehan US$ 13,7 miliar atau sekitar Rp 210 triliun.
Industri migas di Norwegia telah menganggarkan 240 miliar krona atau setara Rp 338 triliun untuk investasi migas pada 2024. Norwegia merupakan produsen migas terbesar di Eropa Barat.
Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro menilai target produksi 1 juta barel per hari minyak pada 2030 sulit tercapai lantara pola investasi migas RI yang lebih fokus pada produksi.
Investasi migas harus dipangkas hingga separuhnya pada 2030 jika dunia ingin mencapai target iklim untuk membatasi kenaikan suhu udara dunia maksimal 1,5 derajat Celsius.