PNBP Minerba Tembus Rp131 Triliun, 98% dari Target 2026

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym.
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (21/9/2026). Kementerian ESDM menetapkan harga batu bara acuan (HBA) periode kedua September 2026 untuk batubara berkalori tinggi 6.322 kcal/kg GAR sebesar 123,54 dolar AS per ton yaitu turun dari periode pertama September 2026 di level 126,87 dolar AS per ton, sedangkan untuk batu bara nilai kalori 3.400 kcal/kg GAR naik dari 44,15 dolar AS per ton pada periode pertama, naik menjadi 44,53 dolar AS per ton pada p
29/10/2026, 19.03 WIB

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batu bara (minerba) mencapai Rp131 triliun. Realisasi tersebut sekitar 98% dari target PNBP Minerba tahun ini sejumlah Rp133,63 triliun.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba), Tri Winarno, mengatakan perbaikan harga komoditas menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan penerimaan negara.

Kondisi tersebut membuat PNBP Minerba tetap meningkat meskipun pemerintah menetapkan target produksi sejumlah komoditas lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Tri mencontohkan target produksi batu bara tahun ini yang lebih rendah sekitar 8 juta ton per bulan dibandingkan tahun lalu. Namun, penerimaan negara dari sektor minerba justru meningkat sekitar Rp1 triliun setiap bulan.

Selain batu bara, penerimaan terhadap komoditas nikel juga mengalami peningkatan. Tri menyebut penerimaan dari nikel naik hampir dua kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Ini menunjukkan juga bahwa kita memang efektif terkait PNBP yang sudah Rp131 triliun dari Rp133 triliun yang direncanakan, atau sekitar 98,4%,” kata Tri di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan pada Kamis (29/10).

Menurut Tri, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa perbaikan harga komoditas turut mendukung peningkatan penerimaan negara meskipun pemerintah mengendalikan tingkat produksi. Dengan kondisi tersebut, realisasi PNBP Minerba telah mendekati target tahunan yang ditetapkan pemerintah. “Itu karena harganya membaik,” ujarnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sebelumnya menargetkan realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor ESDM mencapai Rp 165 triliun tahun ini.

Angka itu lebih tinggi 20,44% dibandingkan dengan target yang dipatok dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mencapai Rp 137 triliun. "Saya menargetkan PNBP kami, dari target Rp 137 triliun, harus bisa mencapai Rp 165 triliun," kata Bahlil dalam siaran pers, dikutip Sabtu (24/10).

Berdasarkan data Kementerian ESDM, realisasi PNBP di sektor tersebut sudah mencapai Rp 127,71 triliun per September 2026. Jumlah itu telah mencapai 93,78% dari target yang ditetapkan. Tahun lalu, PNBP Kementerian ESDM mencapai Rp 138,4 triliun atau 108,56% dari target Rp 127,49 triliun.

ESDM menyebut jumlah PNBP tetap terjaga meski pemerintah menahan laju produksi batu bara. Produksi tahun ini dipangkas lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang bengkak di atas 800 juta ton. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu