Jokowi Minta Rumah Tahan Gempa Dibangun di Lombok

ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Seorang perempuan melintas dekat kios yang temboknya roboh pascagempa bumi di Dusun Lendang Bajur, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB
3/9/2018, 15.40 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para relawan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun rumah tahan gempa wilayah terdampak bencana gempa di Lombok. Pulau di Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut merupakan wilayah yang rawan gempa.

"Kita tahu NTB ini masuk dalam lingkaran cincin api," kata Jokowi dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden, Senin (3/8). Sebelum gempa beberapa kali melanda Lombok tahun ini, bencana tersebut sudah pernah terjadi pada 1979. 

Jokowi mengungkapkan hal ini saat memimpin Apel Siaga NTB Bangun Kembali di Lapangan Bola Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Senin (3/9). Apel tersebut diikuti sekira 2.250 relawan dari berbagai unsur. (Baca: Tambahan Dana Bantuan untuk Gempa Lombok Capai Rp 700 Miliar)

Presiden ingin kondisi geografis NTB yang rawan bencana menjadi perhatian semua pihak. Dia mengatakan insinyur-insinyur muda di Kementerian PUPR yang menjadi relawan, akan mengarahkan dan membantu warga membangun struktur rumah tahan gempa.

Sehari sebelumnya, Presiden menyerahkan bantuan untuk merekonstruksi 5.293 rumah masyarakat yang terdampak gempa di Lombok. Pemerintah baru bisa memberikan bantuan tersebut saat ini, perlu waktu untuk melakukan verifikasi data para korban.

(Baca: Ini Alasan Pemerintah Tak Beri Status Bencana Nasional Gempa Lombok)

Jokowi juga menyatakan tahapan status tanggap darurat sudah lewat dan saat ini masuk pada tahapan rehabilitasi NTB. Saat ini pemerintah menyasar perbaikan fasilitas publik seperti pasar, sekolah, musala, masjid, musala, hingga puskesmas. "Saya akan pantau dan cek agar NTB segera normal kembali," kata Presiden.

Sementara Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya telah membangun hunian tahan gempa berteknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) yang dibangun di 20 titik. Dari total 125 ribu tempat tinggal terdampak, Kementerian PUPR telah melakukan verifikasi 32.800 unit rumah. Dari angka tersebut, 17.800 digolongkan kepada rusak berat, 3.600 rusak sedang, dan 11.400 rusak ringan.

(Baca juga: Jokowi dan TGB Kunjungi Korban Gempa Lombok, Janjikan Uang Ganti Rugi)