Skema Pendanaan LRT Jabodebek Ditargetkan Rampung Akhir 2017

ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya
Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) di Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (12/3).
Penulis: Dimas Jarot Bayu
Editor: Yuliawati
4/9/2017, 19.55 WIB

Pemenuhan pembiayaan (financial closing) proyek kereta ringan cepat atau light rail transit (LRT) Jabodebek direncanakan selesai akhir tahun ini. Untuk itu, pemerintah tengah melakukan finalisasi skema pendanaan LRT sesuai aturan yang ada.

"Ini masih digodok makanya kita intensifkan pertemuan dan koordinasi. Targetnya kan financial close tahun ini, mudah-mudahan bisa," kata Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), Emma Sri Martini di Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Senin (4/9).

Emma menuturkan, saat ini pihaknya bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) tengah melengkapi syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk dapat memenuhi pembiayaan LRT. Selain itu, SMI bersama beberapa bank pelat merah tengah memverifikasi nilai pendanaan LRT.

(Baca: Operasikan LRT Jabodebek, KAI Rekrut 550 Karyawan Baru)

"Syaratnya itu kan banyak banget ya, syarat-syarat yang harus dilengkapi, peraturan-peraturan, komitmen-komitmen, angka-angka itu yang harus di cek dulu," kata Emma.

Selain itu, kata Emma, terdapat konsesi baru dalam pendanaan LRT. Alhasil, perlu disiapkan regulasi dan struktur pendanaan yang rigid untuk proyek LRT tersebut.

"Semua masih proses saja, ini kan skema baru beberapa aturan yang mesti dibuat," kata Emma. (Baca: Sepertiga Anggaran Kemenhub Untuk Danai Proyek Kereta Api)

Emma menuturkan, rencananya seluruh poin tersebut akan diselesaikan dalam beberapa bulan ke depan. Ia pun berharap target pemenuhan pembiayaan financial dapat selesai akhir tahun ini.

"Untuk project factor-nya kan ada komitmen-komitmen pemerintah ya, terkait dengan konsesinya, macam-macam itu yang harus di-close dulu sebelum financial close," kata Emma. (Baca: KAI Targetkan Kereta Bandara Mulai Beroperasi November 2017)