Danai Kereta Cepat, China Development Bank Akan Buka Kantor di Jakarta

Arief Kamaludin|KATADATA
Suasana ekspo Jaringan Kereta Cepat Negara Tiongkok di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta.
Penulis: Dimas Jarot Bayu
Editor: Yuliawati
18/8/2017, 18.16 WIB

(Baca: Dana Infrastruktur Cuma Naik 2%, Pembangunan Diklaim Sesuai Rencana)

Sebelumnya, pemerintah mengatakan mengkaji rencana untuk memperkecil porsi saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Luhut dan Menteri BUMN Rini Soemarno untuk mengkaji kemungkinan untuk mengurangi porsi saham BUMN di KCIC, dari yang saat ini sebesar 60%  menjadi hanya 10-20%. Mengurangi porsi kepemilikan ini bertujuan untuk memperkecil risiko yang akan ditanggung BUMN pada proyek tersebut.

"Sekarang kan 60% (BUMN) : 40% (Tiongkok atau Cina). Presiden tadi bilang mengapa tidak 10 persen untuk (BUMN) Indonesia lalu 90 persen Tiongkok untuk memperkecil risiko," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pada Selasa (25/7).

Adapun pembebasan lahan untuk jalur kereta sebanyak mencapai 53% pada akhir Mei lalu.

(Baca: Konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Kembali Dibangun)

Halaman: