Mendag Jamin Bawang Putih Terkendali, Harga di Jakarta Malah Naik

ANTARA FOTO/R. Rekotomo
Penulis: Miftah Ardhian
Editor: Pingit Aria
5/6/2017, 15.55 WIB
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjamin harga bawang putih akan terkendali. Dengan begitu, komoditas ini tak akan lagi menyumbang kenaikan inflasi seperti yang terjadi bulan lalu.
 
"Juni ini, bawang putih tidak akan memberikan inflasi yang tinggi. Bahkan, kami harapkan akan deflasi," ujar Enggar saat Rapat Kerja dengan Komisi VI, di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (5/6).
 
Enggar mengklaim penetapan harga eceran bawang putih telah cukup berhasil. Selain itu, pada pekan kedua bulan Juni ini, Enggar mengatakan, pasokan bawang putih hasil impor dalam jumlah yang cukup besar akan mulai membanjiri pasar-pasar di seluruh wilayah Indonesia.
 
 
Sementara, Anggota Komisi VI DPR RI Lili Asdjudiredja mengatakan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Bulog juga harus diberi peran untuk melakukan penjualan bawang putih dengan harga acuan Rp 38 ribu per kilogram. "Karena kalau hanya swasta, walaupun telah ditetapkan HET (Harga Eceran Tertinggi), mereka bisa menaik-naikan harga sedikit," ujar Lili.
 
Selain itu, penangkapan distributor yang menimbun bawang putih oleh kepolisian juga turut berkontribusi mengendalikan harga. Begitu juga penyelidikan kartel oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dinilai cukup membawa efek jera bagi spekulan yang hendak berbuat curang.
 
Seperti Enggar, Lili juga optimistis harga bawang putih akan terkendali. "Ya mungkin bulan Juni ini bawang putih akan terjadi deflasi," ujarnya.

(Baca juga: Kenaikan Harga Pangan Jelang Puasa Picu Inflasi Tinggi Mei 0,39%)

Sayangnya, menurut pantauan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, harga rata-rata bawang putih di Ibu kota hari ini masih Rp 55.139 per kilogram, jauh dari harga acuan yang ditetapkan. Angka itu bahkan naik Rp 604 dibandingkan kemarin.

Di Mampang, ia menjual bawang putih dengan harga Rp 60-65 ribu per kilogram. “Dari Pasar Kramatjati sudah naik, saya juga kurang tahu kenapa,” kata dia.

Sebelumnya, pada bulan Mei lalu terjadi inflasi sebesar 0,39 persen. Saat itu, komoditas bawang putih tercatat sebagai penyebab inflasi bahan makanan terbesar dengan andil 0,08 persen. 

Reporter: Miftah Ardhian